Lombok Post
Headline Praya

Kalah Saing oleh Pikap, Sopir Bemo Mengadu ke DPRD Lombok Tengah

DEMO SOPIR: Deretan mobil angkutan umum terparkir di jalan raya depan Gedung DPRD Lombok Tengah, kemarin (28/4). dedi/Lombok Post

PRAYAA�– Puluhan sopir angkutan umum (Angkot) di Lombok Tengah (Loteng), mendatangi Gedung DPRD setempat kemarin (28/4). Mereka meminta dinas dan instansi terkait, menertibkan mobil pikap yang kerap mengangkut penumpang. Karena, keberadaannya mengurangi jumlah muatan angkutan umum.

a�?Tolong keinginan kami ini segera dilaksanakan,a�? kata koordinator l aksi Bukran, kemarin (28/4) di ruang Banmus DPRD Loteng.

Pengurus asosiasi angkutan umum (Askum) Loteng tersebut menegaskan, mobil pikap sebenarnya dilarang mengangkut penumpang. Faktanya, sejak lama para pemilik pikap justru beroperasi sesuka hatinya, baik dipedesaan maupun diperkotaan. Akibatnya, mobil angkutan penumpang dengan trayek khusus kalah bersaing.

A�a�?Kalau memang ada aturannya, maka laksanakan dong. Jangan kami saja yang disorot,a�? sindirnya, dihadapan Ketua DPRD Loteng H Puaddi FT, Plt Kepala Dishub Lalu Ahmad Sauki dan Kabag Ops Polres Loteng Kompol Ketut Tamiana.

Selain itu, pihaknya juga mendorong agar armada Damri angkutan antar kota di Praya, menurunkan dan menaikan penumpang di terminal Renteng. Termasuk, mengatur trayek angkutan plat merah milik Pemkab. a�?Kami menunggu langkah nyata kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub),a�? tambah Ketua Suaka NTB Lalu Tajir Sahroni.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dishub Loteng Lalu Ahmad Sauki menerangkan, dalam aturan perundang-undangan, kendaraan bak terbuka seperti pikap, dilarang mengangkut penumpang, apa pun alasannya. Sayangnya, sebagian besar warga yang menggunakan jasa kendaraan tersebut, tidak mau tahu.

Alasannya, kata Sauki angkutan pikap lebih praktis, karena bisa mengangkut banyak penumpang dan barang. a�?Kami sudah menggelar sosialisasi tentang, hal ini. Kami pun meminta peran serta aparatur pemerintah desa,a�? bebernya.

Mereka, tekan Sauki diharapkan ikut membantu Dishub dan kepolisian, guna mengingatkan warganya masing-masing. Bahwa kendaran pikap, cukup berbahaya. a�?Soal angkutan Damri, kami akan berkoordinasi dengan Dishub provinsi,a�? katanya.

Dalam kesempatan itu juga, Sauki mengingatkan kepada para sopir angkot, agar tidak menggunakan terminal bayangan. Karena, cukup menggangguA� lalu lintas.

A�a�?Razia pun tetap kami gelar, tidak saja mobil pikap. Tapi, kendaraan kendaraan lain pada umumnya yang melanggar,a�? sambung Kabag Ops Polres Loteng Kompol Ketut Tamiana.

Mantan Kasat Reskrim Polres Loteng itu pun memastikan, akan menggelar razia secara besar-besaran, guna menindaklanjuti tuntutan para sopir angkot. Begitu ditemukan, akan diberikan sanksi tegas, tidak saja kendaraannya, tapi para sopir dan penumpang. a�?Intinya, kami minta ada jalan keluar terbaik. Jangan sampai ada yang dirugikan,a�? cetus Ketua DPRD Loteng H Puaddi FT.

Adik dari Bupati Loteng tersebut menekankan, mobil pemerintah yang beroperasi di beberapa desa di Gumi Tatas Tuhu Trasna, hajatnya untuk membantu angkutan sekolah, bukan masyarakat umum. Namun, dalam perjalanannya justru tidak berfungsi. Sehingga, dewan meminta Dishub menarik seluruh kendaraan yang dimaksud.

a�?Kini, kendaraan-kendaraan tersebut tetap dimanfaatkan untuk anak-anak sekolah. Namun, untuk angkutan liburan saja,a�? kata politisi Golkar tersebut.(dss/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost