Lombok Post
Headline Kriminal

Ini Dia Biang Pencurian yang Kerap Beraksi di Kampus Unram

JADI MALING: Roni hanya bisa tertunduk lesu setelah ditangkap polisi usai melakukan pencurian di musalla Fakultas Teknik, Universitas Mataram, kemarin (28/4). DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Mataram (Unram) nampaknya bisa bernapas lega. Aksi pencurian yang kerap terjadi di musala fakultas, mulai terkuak. Ini setelah polisi bersama keamanan kampus berhasil menangkap Roni, 30 tahun, Kamis (27/4).

Menurut keterangan polisi, pelaku sedikitnya telah melakukan aksi pencurian sebanyak 20 kali di dalam musala Fakultas Teknik. Aksinya biasa dilakukan saat salat Ashar dengan menyasar mahasiswa yang membawa tas.

Seperti pada aksinya yang terakhir. Sekitar pukul 16.30 Wita, pelaku menggunakan modus dengan mengikuti salat di musala itu. Seusai salat, rupanya pelaku tidak langsung meninggalkan musala, melainkan tetap tinggal sembari mengincar mahasiswa yang lengah.

Tak berapa lama, pelaku berhasil menemukan sasarannya. Ali Hanifi yang tengah menjalankan ibadah, A�menaruh tasnya berisi laptop tanpa pengawasan. Kesempatan itu dimanfaatkan pelaku dengan membawa kabur tas korban.

Sial bagi Roni, ketika berada di parkiran dan berusaha kabur menggunakan motornya, korban lebih dulu meneriakinya maling. Teriakan itu lantas didengar petugas keamanan.

a�?Tim opsnal langsung menuju TKP setelah mendapat informasi adanya pencurian laptop,a�? kata Kapolres Mataram AKBP Muhammad, kemarin (28/4).

Kedatangan polisi, semakin membuat pria asal Desa Rempung, Lombok Timur itu tak berdaya. Dia pasrah saat digelandang polisi menuju Mapolres Mataram. Dugaan pencurian yang ia lakukan, diperkuat dengan barang bukti yang didapatkan polisi dari tangannya.

a�?Ada Laptop merek Acer sesuai dengan milik korban,a�? terang Muhammad.

Kepada polisi, Roni mengaku telah melakukan pencurian sebanyak 20 kali. Lokasinya berpindah-pindah, tetapi masih di dalam areal Unram.

a�?Dia ini alumni mahasiswa FKIP Unram jadi mengerti situasi di dalam kampus,a�? jelasnya.

Lebih lanjut, setelah berhasil melakukan pencurian, Roni biasanya langsung menjual barang curiannya melalui jual beli online di jejaring sosial. Ada sekitar 10 unit telepon genggam dan laptop yang berhasil dijual pelaku secara online.

Selain laptop Acer, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya. Antara lain, tujuh laptop, empat telepon genggam, dua keyboard laptop, dua hard disk, dan lima tas ransel.

a�?Itu semua hasil pengembangan. Sementara ini tersangka masih kita tahan dan terus dilakukan pemeriksaan,a�? pungkasnya.(dit/r2)

Berita Lainnya

Tilang Menurun, Laka Lantas Meningkat

Redaksi LombokPost

Rekanan Kembalikan Kerugian Negara

Redaksi LombokPost

Saksi Beberkan Percakapan Muhir

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost