Lombok Post
Metropolis

Kandang Ternak Ancam Kesehatan Warga!

TIDAK SEHAT: Sebuah kandang sapi yang terletak persis di tengah-tengah permukiman warga, Bangsal, Tanjung Karang, Mataram. Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAMA�a�� Ternyata masih ada kandang ternak yang terletak di tengah permukiman warga. Seperti yang didapati di Lingkungan Bangsal, Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela.

Di tempat tersebut terdapat lima unit kandang ternak. Keberadaannya jelas-jelas mengancam kesehatan 19 kk yang rumahnya berdempetan langsung dengan kandang.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh sendiri menyesalkan adanya kandang di tengah pemukiman ini. a�?Memang alasannya karena faktor keamanan, tetapi ya tidak sehat,a�? kata Ahyar.

Ia meminta pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, segera turun melihat kondisi di tempat itu. Warga harus mau ditata. Agar kandang ternak yang berada di tengah-tengah permukiman warga bisa dipindah.

a�?Jangan sampai seperti itu lagi, ada warga tidur dengan ternak,a�? pintanya.

Ia berharap, kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat bisa tumbuh. Apalagi di daerah yang jadi barometer pembangunan di NTB. Ia bisa memahami, kekhawatiran para pemilik ternak jika kandang jauh dari permukiman, risiko pencurian semakin besar.

a�?Tetapi, warga yang tidak punya ternak di kawasan itu, tidak boleh dikorbankan. Harus dicarikan jalan keluar,a�? tandasnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram I Gede Wiska juga terkejut ada warga yang masih tidur dengan ternak. Harusnya bagi daerah yang menjadi acuan pembangunan, hal-hal seperti ini sudah tidak ada lagi.

a�?Pemerintah tidak boleh membiarkan ini,a�? tegas Wiska.

Harus ada langkah konkrit. Bukan hanya wacana. Ia mengingatkan, Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman (DPKP) segera menuntaskan agar kawasan kumuh di Mataram, seperti di Bangsal, tertangani tahun ini.

Kalau sampai kawasan Bangsal tidak masuk dalam program penataan, Wiska curiga ada persoalan komunikasi yang terputus antara pemerintah di kelurahan dengan SKPD teknis. a�?Jangan-jangan ada yang terputus ini,a�? cetusnya.

Di sisi lain, faktor ekonomi juga yang harus jadi perhatian pemerintah. Bagaimana masyarakat, sangat khawatir jika kandang berada pada posisi berjauhan dengan rumah dapat mengancam keamanan ternak-ternak mereka.

a�?Harus ada fasilitas kandang kolektif yang bisa diawasi secara bersama, tetapi juga tidak mengancam kesehatan warga,a�? pintanya.

Senada, Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram H Muhir juga ikut angkat bicara. Apapun alasan warga, pemerintah tidak boleh terkesan tidak mau tahu. Komisinya yang membidani persoalan kesehatan masyarakat, sangat prihatin dengan persoalan ini.

a�?Dinas Kesehatan, harus segera turun, lihat kondisi warga di sana. Jangan karena warganya bilang tidak apa-apa, lalu dibiarkan saja,a�? ujar Muhir.

Kesehatan warga harus diprioritaskan. Mereka harus diedukasi agar tahu bahaya kandang ternak yang berada persis di samping rumah.

Dengan kondisi lingkungan tidak sehat, kesehatan yang terancam tidak hanya fisik. Tetapi lambat laun berdampak pada jiwa masyarakat. a�?Jangan sampai masyarakat terkontaminasi oleh kotoran ternak,a�? ulasnya.

Tidak hanya Dinas Kesehatan, ia juga meminta Dinas Sosial Kota Mataram juga mulai aktif memberikan perhatian pada warga di kawasan itu. Sebab, bisa saja persoalan krusial karena adanya kandang-kandang ternak di tempat itu, mengendap.

a�?Kami ingin tahu, apa program yang akan akan disiapkan OPD terkait nanti,a�? tandasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost

SPSI Usul UMK Rp 2,13 Juta

Redaksi LombokPost

Rumah Belum Jadi, Tenda Kemasukan Air

Redaksi LombokPost

Pasca Gempa, BPS Belum Keluarkan Data Kemiskinan

Redaksi LombokPost

Kalau Lagi Mood, Lima Jam Bisa Selesai

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost