Lombok Post
Metropolis

Ratusan Warga Gotong Royong di Festival Sungai Jangkuk

BERSIH-BERSIH: Puluhan warga ramai-ramai turun membersihkan sampah yang mengendap di dasar Sungai Jangkuk, kemarin (28/4). THEA/LOMBOK POST

MATARAMA�– Rartusan warga di lima lingkunganA� di Kelurahan Kebun Sari Ampenan, menggelar aksi gotong royong, kemarin. Mereka tidak hanya membersihkan jalan di sekitar Sungai Jangkuk, tapi juga turun ke dalam sungai membersihkan sampah yang ada.

Kegiatan ini digelar menyambut festival Sungai Jangkuk 2017. Ketua panitia Oting Fathul Arifin mengatakan, kegiatan membersihkan sungai itu dilakukan untuk mendesak pemerintah mendeklarasikan daerah tersebut sebagai daerah wisata air.

a�?Intinya, kami ingin agar Sungai Jangkuk ini dijadikan daerah wisata,a�? katanya.

Sebelum diadakannya festival itu, banyak kegiatan yang digelar. Salah satunya, patroli sampah. a�?Bahkan, setiap hari Jumat, saya selalu membawa megaphone mengingatkan warga di sini, untuk bergotong royong membersihkan sungai,a�? ungkapnya.

Festival Sungai Jangkuk di hari pertama diadakan di depan Kantor Lurah Kebun Sari Ampenan, kemarin. Melibatkan NGO (LSM), instansi terkait (pemerintah), pendidikan, TNI, Polri, bahkan anak-anak sekolahan.

Kegiatan kemarin, dimulai dengan gotong royong bersama para warga dari lima lingkungan. Dalam aksi gotong royong ini Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskanal turun meninjau secara langsung.

a�?Agenda hari pertama hanya bersih-bersih sungai, hari berikutnya akan diisi kegiatan jalan santai, donor darah, serta bazar jajanan rakyat,a�? ujar Oting.

Pada puncak festival yang berlangsung 28-30 April tersebut, warga Kebun Sari akan menampilkan pasar rakyat. a�?Saya harap Sungai Jangkuk, bisa menjadi destinasi wisata di Kota Mataram,a�? harapnya.

Pengamat DAS Jangkuk Babak, Endang Wahyudin mengatakan festival ini diharapkan mampu membuat masyarakat semakin peduli tehadap kondisi sungai di daerahnya. a�?Saya harap, kedepannya bisa menjadi lebih baik. Karena sungai yang bersih itu indah,a�? tandasnya. (cr-tea/r3)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost