Lombok Post
Headline Politika

DPP Gerindra Minta Ridwan Rangkul Kubu Willgo Zainar

RAMAH TAMAH: Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menerima ajakan swafoto oleh tamu undangan usai pelantikan Ketua DPD Partai Gerindra NTB yang baru di Hotel Lombok Raya Mataram, Minggu (30/4). DEWI/LOMBOK POST

MATARAMA�– Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo turut menghadiri acara pelantikan Ketua DPD Partai Gerindra NTB yang baru.

Dalam pidatonya, Hashim mengingatkan agar seluruh kader partai selalu mengutamakan dan menjaga persatuan serta soliditas partai. Kepada para pengurus baru juga diingatkan untuk tetap menghormati jasa-jasa para pengurus lama, para perintis, dan pendiri Gerindra khususnya di NTB.

a�?Karena dalam sistem Partai Gerindra ketika ada kepengurusan baru tidak boleh ada sapu bersih. Jangan pernah ada kata, itu orang Willgo (ketua lama, Red) atau itu orang Ridwan (ketua baru). Di sini anda semua adalah kita, kita adalah Gerindra,a�? tegasnya, Minggu (30/4).

Pendiri Gerindra, sambungnya, harus tetap dapat posisi yang layak. Artinya, tidak ada yang dibuang dan diabaikan. Hal ini sesuai dengan perintah dan amanah dari Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Kepada pengurus lama, Hashim mengucapkan rasa terima kasih atas pengabdiannya selama ini kepada partai. Sebab melihat awal berdirinya Gerindra tidaklah mudah. Di mana sebagian besar masyarakat dulu memandang Gerindra adalah partai yang kerdil. Bahkan, perekrutan untuk diajak sebagai pengurus dan bergabung dengan partai sangat sulit dan sedikit.

a�?Sekarang sudah berubah, dan tak ada yang dibuang semua dapat tempat,a�? katanya.

a�?Jangan lagi ada percekcokan, bersatu rapatkan barisan menghadapi kemenangan di Pilgub 2018, Pileg dan Pilpres 2019,a�? tambah Hashim.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas dan Disiplin Partai Gerindra Bambang Kristiono menegaskan, terkait arah dukungan partai dalam Pilgub NTB 2018 agar tidak ada lagi kader yang berbuat tidak sesuai dengan arah kebijakan yang sudah ditetapkan.

a�?Tidak ada lagi silang pendapat, polemik, dan perbedaan,a�? ucapnya.

Sehingga seluruh unsur partai berlambang kepala burung garuda ini bisa lebih konsentrasi menyukseskan sejumlah agenda besar. Yaitu, memenangkan H Ahyar Abduh sebagai Gubernur NTB 2018-2023, Pileg 2019, dan menjadikan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI.

Perlu diketahui, dalam sambutannya Bambang turut menyentil sejumlah nama kader Gerindra yang dinilai sempat berkomentar tak senada dengan arahan kebijakan DPP.

Ketua DPD Partai Gerindra NTB H Ridwan Hidayat menambahkan, bakal berupaya maksimal membawa Partai Gerindra menuju lebih baik di NTB. a�?Amanah ini akan diemban dengan enam prinsip dan jati diri partai. Yakni, keadilan, kedaulatan, kemandirian, gotong royong, persamaan hak, dan musyawarah,a�? terangnya.

Dalam Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPD Partai Gerindra NTB yang baru, hanya nama H Willgo Zainar tidak tercantum dalam lampiran. Termasuk sebagai Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra NTB.

Menanggapi hal ini, Laksamana Madya TNI (purn) Moekhlas Sidik mengatakan, untuk Willgo oleh partai akan ditarik ke pusat. Sebab, ia adalah anggota DPR RI yang lebih banyak menghabiskan waktu di Jakarta. a�?Dia (Willgo, Red) lebih efektif masuk di dewan pimpinan,a�? terang Moekhlas Sidik, Minggu (30/4) lalu.

Terpisah, H Willgo Zainar saat dikonfirmasi akan hal ini mengaku siap ditempatkan di mana saja oleh DPP Partai Gerindra. Baik di kepengurusan daerah maupun pusat. a�?Saya siap ditempatkan di mana saja,a�? katanya, sekaligus mengonfirmasi ketidakhadiran karena melaksanakan tugas sebagai anggota DPR RI ke Iran.

Menanggapi SK kepengurusan DPD Partai Gerindra NTB tahun 2017, diakui Willgo secara resmi ia tidak lagi menjabat apa pun dalam struktur DPD Partai Gerindra NTB. a�?Tak terasa saya telah menerima amanah menjadi pelayan (ketua, Red) Gerindra NTB sejak 30 Agustus 2012 dan berakhir 30 April 2017,a�? ucapnya.

Dalam rentan waktu lima tahun ini, Willgo mengucapkan terima kasih atas segala dedikasi dan perjuangan seluruh patriot Gerindra. Sehingga dapat mewujudkan kemenangan bersama pada Pemilu Legislatif 2014. Di mana Partai Gerindra NTB menjadi partai kedua terbesar di NTB setelah Partai Golkar.

Kemudian, di Pilpres 2014, NTB sebagai daerah nomor kedua terbesar penyumbang suara di Indonesia setelah Sumatera Barat. Serta Pilkada 2015, yang sukses menempatkan empat kader menjadi kepala/wakil kepala daerah (Loteng, KLU, Dompu, dan Kabupaten Bima).

a�?Alhamdulillah sehingga kita menjadi partai pemenang pertama sejak pilkada serentak 2015 di NTB,a�? papar Willgo.

Semasa kepemimpinannya, Willgo akui tetap merasa penuh kekurangan dan ketidakmampuan untuk memuaskan, membahagiakan hati semua orang, kader, dan pimpinan. a�?Seperti sebuah ungkapan, semakin kau coba membahagiakan hati semua orang, semakin banyak orang yang kecewa padamu,a�? ungkapnya. a�?Itulah keterbatasan dan ketidaksempurnaan, dengan hati tulus saya mohon maaf,a�? tambahnya. (ewi/r7)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost