Lombok Post
Headline Kriminal

Kok Bisa..!! Narapidana Pesan Sabu dari Dalam Rutan Selong

BERHASIL DIGAGALKAN: Seorang pengunjung diamankan karena diduga berupaya menyelundupkan narkoba untuk warga binaan yang ada di dalam Rutan Kelas II B Negeri Selong Sabtu (29/4) lalu. IST/LOMBOK POST

SELONGA�– Peredaran narkoba kembali mengincar Rumah Tahanan (Rutan) Negeri Kelas II B Selong. Beruntung upaya penyelundupan narkoba ke dalam Rutan oleh salah seorang pengunjung berhasil digagalkan petugas jaga. Isna 26 tahun warga A�Karang Anyar Desa Pagesangan Kota Mataram kini ditahan Satresnarkoba Polres Lotim. Ia diduga berupaya menyelundupkan narkoba untuk pacarnya narapidana atas nama Hasan tahanan yang tiga bulan menghuni rutan.

A�a�?Ya betul, kami memang sudah mengamankan perempuan tersebut atas laporan dari pihak Rutan. Saat ini dia masih kami periksa dan tahan di Polres selama enam hari. Dia mengaku tidak tahu kalau dalam bungkus rokok yang dibawanya ada narkoba,a�? kata Kasat Resnarkoba AKP Prayit Hariyanto kepada Lombok Post.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 09.00 Wita. Dimana Isnawati datang berkunjung dengan membawa tiga bungkus roti, dua botol air mineral dan satu bungkus rokok. Petugas berupaya memeriksa barang yang dibawa Isna A�sebelum bisa masuk. Di dalam bungkus rokok tersebutlah petugas Rutan menemukan satu paket sabu.

Perempuan ini pun sempat terkejut setelah petugas mengatakan bahwa barang yang dibawanya adalah narkoba. Ia mengaku rokok tersebut adalah titipan dari teman pacarnya yang meminta dirinya membawakan Hasan di Rutan.

a�?Beberapa saat sebelum masuk ke Rutan, ia mengaku ditelpon pacarnya bahwa akan ada temannya yang menitip rokok itu. Dari penjelasannya, orang tersebut pakai motor dan helm jadi tidak kelihatan jelas wajahnya,a�? terang Prayit. Pihak Satresnarkoba Polres Lotim juga telah melakukan tes urine pada Isnawati. Hasilnya negatif. Sehingga, kemungkinan besar memang Isna diduga tidak mengetahui bahwa rokok yang dibawa untuk pacarnya berisi satu paket sabu.

a�?Makanya ini sedang kami dalami dulu selama enam hari,a�? ucapnya.

Yang menarik, diungkapkan Prayit bahwa Isna mengaku berpacaran dengan Hasan, napi Rutan Selong melalui media sosial facebook. Komunikasi dengan napi tersebut melalui handphone juga kerap terjadi. Padahal, para napi tidak diperkenankan membawa atau menggunakan handphone di dalam Rutan.

a�?Kami coba konfirmasi nomor HP yang biasa digunakan ternyata nomornya sudah tidak aktif atau diganti. Saya tidak tahu apakah dia menggunakan HP atau tidak di dalam Rutan, kalau itu coba konfirmasi ke pihak Rutan,a�? lanjut Prayit.

Kepala Rutan Kelas II B Negeri Selong Kurnia Panji Pamekas dikonfirmasi Lombok Post terkait hal ini mengaku kan berkoordinasi dengan sejumlah petugasnya. a�?Coba konfirmasi ke KPR pak Fauzan,a�? jawabnya via pesan whatsapp. KPR Rutan Selong Fauzan juga mengaku belum menerima detail informasi mengenai kejadian ini. Sehingga ia belum bisa memberi penjelasan yang terperinci. a�?Besok saja (hari ini, Red) kami coba jelaskan di kantor,a�? tandasnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost