Lombok Post
Giri Menang

Waduh, Warga Miskin Di LOBAR Bisa Makin Melarat

Kepala Dinsos Lobar Ni Made Ambaryati.

GIRI MENANGA�– Warga miskin di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) bisa semakin melarat. Sebab, mereka terancam tidak bisa menikmati pelayanan sosial dari pemerintah, jika tidak punya Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lobar Hj Ni Made Ambaryati menerangkan hasil pertemuannya bersama Mensos Khofifah Indah Parawansa di Rapat Koordinasi (Rakor) di Makassar beberapa hari lalu, bahwa sebagai upaya pemutakhiran data kemiskinan, warga miskin penerima bantuan pemerintah harus memiliki NIK dan KK. “PR kami ini koordinasi dengan Dukcapil,a�? terangnya, kemarin (28/4).

Ambar berharap, kepada seluruh warga miskin Lobar segera melakukan perekaman atauA� inputA� data untuk pembuatan KTP elektronik (e-KTP). Paling tidak dengan telah memiliki NIK, bisa mengakses pelayanan sosial. Seperti Rastra, Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Rumah tidak layak huni (Rutilahu) dan KUBE. “Selama ini kami mengacu data dari Kementerian,a�? katanya.

Penertiban administrasi ini, lanjutnya berupa pencabutan mendapat layanan publik bagi warga yang belum input data untuk e-KTP. Pelayanan publik itu diantaranya seperti BPJS atau pembuatan berbagai surat penting lainnya.

Selain itu, mulai tahun 2018 jelas Ambar bantuan ke masyarakat miskin tidak lagi berbentuk tunai. Pemerintah juga menargetkan tahun itu semua daerah telah menerapkan sistem e-Warung. Sehingga batuan non tunai dapat diakses melalui kartu combo multifungsi yang diluncurkan Kemensos. “Persyaratan kartu combo itu ya KK dan NIK tadi,a�? jelasnya.

Sistem non tunai e-warung ini telah diterapkan di 40 kota se-Indonesia sejak tahun 2015 lalu. Lobar sendiri tahun ini baru kebagian uji coba penyaluran bansos non tunai (e-warung, Red) di Kecamatan Lembar. “Nanti kita verifikasi mana-mana warga belum punya NIK dan KK,a�? tandas Ambar.

Hingga saat ini, dari jumlah masyarakat Lobar wajib e-KTP sebanyak 510.871 jiwa, yang belum melakukan perekaman e-KTP tinggal puluhan ribu jiwa. (zen/r5)

Berita Lainnya

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost

HUT SMAN 1 Gerung Meriah

Redaksi LombokPost

Pariwisata Senggigi Diyakini Pulih Lebih Cepat

Redaksi LombokPost

9.345 Orang Tertahan di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Bupati Bela PT Tripat

Redaksi LombokPost