Lombok Post
Headline Kriminal

Napi Lapas Mataram Kendalikan Penyelundupan 1,8 Kilogram Sabu

KUNJUNGAN: Komisi III DPR RI melihat kondisi sel rehabilitasi di Lapas Mataram, kemarin (2/5). Mereka berharap aparat penegak hukum mengedepankan fungsi pencegahan untuk mengurangi over kapasitas di dalam Lapas. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM -A�Jaringan narkotika antar provinsi yang melibatkan narapidana, berhasil dibongkar Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB. Kerjasama yang melibatkan BNN Kalimantan Barat (Kalbar) dan petugas Lapas Mataram menggagalkan pengiriman narkotika jenis sabu dengan berat sekitar 1,8 Kilogram.

Informasi yang koran ini peroleh, narkotika dalam jumlah banyak tersebut kabarnya akan dikirimkan dari Kalbar menuju Lombok. Dilakukan salah seorang bandar di Kalbar yang ditujukan kepada jaringannya, yakni Burhanudin dan Abdul Hamid. Kedua orang itu diketahui tengah menjalani hukuman di Lapas Mataram.

BNN Kalbar yang mendapat informasi itu, menindaklanjutinya dengan melakukan koordinasi dengan BNN NTB. Keduanya lantas menghubungi Lapas Mataram untuk melakukan penggeledahan terhadap dua narapidana tersebut.

Penggeledahan yang dilakukan pada Sabtu malam (29/4) membuahkan hasil. Petugas lapas menemukan dua telepon genggam milik Burhanudin dan Abdul Hamid di kamar mereka. Telepon genggam itu diduga dijadikan alat komunikasi antar jaringan mereka.

Tim BNN gerak cepat. Mereka meminjam dua narapidana yang dimaksud, untuk menggalkan penyelundupan tersebut.

Terkait informasi tersebut, sejumlah awak media yang mencoba mengonfirmasi kebenaran adanya penyelundupan sabu sekitar 1,9 Kg belum mendapat jawaban dari BNN NTB. meski kemarin (2/5), sejumlah petugas BNN Kalbar dan Batam telah berada di Kantor BNN NTB.

a�?Belum ada perintah dari Pak Kepala untuk rilis (informasi penangkapan),a�? kata salah satu pegawai BNN.

Meski demikian, Kepala Kanwil Kemenkumham NTB Sevial Akmily membenarkan adanya upaya penyelundupan sabu. Kata dia, narkotika itu akan di bawa masuk menuju NTB dari Kalbar.

a�?Benar, sekarang orangnya (dua narapidana, Red) dibawa ke BNN,a�? kata Sevial, kemarin.

Sevial menjelaskan, sebelum penggagalan penyelundupan itu, pihaknya memang telah berkoordinasi dengan BNN. Dua telepon genggam yang mereka dapatkan dari hasil penggeledahan pun berkat koordinasi dengan BNN.

a�?Barangnya baru mau masuk dan jumlahnya cukup banyak. Itu melibatkan napi di Lapas Mataram,a�? ujarnya.

Terkait dua narapidana yang kini di BNN, lanjut Sevial, merupakan narapidana yang terjerat kasus narkotika. Salah satu dari mereka, yakni Abdul Hamid, berasal dari Kalimantan. Dia juga diduga yang akan menjadi pintu masuknya narkoba dari Kalimantan menuju Lombok.

a�?Kasus narkoba dua-duanya. Tidak ada masalah bagi kita, karena untuk keterlibatan pegawai lapas tidak ada juga,a�? pungkasnya.(dit/r2)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost