Lombok Post
Bima - Dompu

Istri Tak Dilantik, Dewan Terhormat Ngamuk

NGAMUK: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima H Samsudin (berkopiah) ngamuk di acara pelantikan pejabat stuktural di aula Kantor Bupati Bima. SADAM/RADAR TAMBORA

BIMAA�– Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima H Syamsudin tiba-tiba mengamuk di acara mutasi dan rotasi, Rabu (3/5). Ketua DPD Partai Gerindra Kabupaten Bima ini menuding Bupati Bima tidak balas jasa.

Belum diketahui jelas kenapa wakil rakyat ini mengamuk. Namun terdengar keluhan H Samsudin, karena istrinya tidak ikut dilantik.

a��a��Apa maunya bupati ini, partai saya dipakai gratis. Tapi, istri saya hanya dikukuhkan saja. Sementara yang lain tidak pernah berbuat apa-apa, diberi jabatan,a��a�� teriaknya, kemarin.

Suasana pelantikan kemarin sempat heboh. H Samsudin berusaha menerobos anggota Sat Pol PP yang menjaga pintu aula tempat acara pelantikan berlangsung.

Beruntung saja, amarah wakil rakyat itu bisa diluluhkan Kasat Pol PP bersama beberapa pejabat lain. a��a��Awas kalian. Jangan halangi saya. Saya sudah berjuang matian-matian untuk Dinda-Dahlan. Tapi mereka tidak tahu balas jasa,a��a�� teriakanya sambil dipeluk Kasat Pol PP.

Diketahui, istri H Samsudin, Hj Jubaidah saat ini menjabat sebagai Kabid Dikdas di Dinas Dikpora. Namun, tidak diketahui jabatan apa yang dijanjikan sehingga H Samsudin mengamuk.

a��a��Istri saya masih jadi Kabid. Padahal dulu pernah dijanjikan jabatan baru. Apa maumu bupati,a��a�� teriaknya lagi.

Ketegangan masih terjadi, saat nama-nama pejabat yang dilantik dibacakan MC. Tiba-tiba dari arah barat kantor Bupati Bima datang mobil Partai Gerindra sambil membunyikan sirine. Suasana di aula sempat hening, pembacaan nama-nama pejabat yang dilantik sempat dihentikan sementara.

Namun, kondisi itu tidak berlangsung lama setelah Pol PP meminta sirine mobil dimatikan.

Sementara itu, Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Puti mengaku, proses pelantikan yang dilakukan sudah sesuai prosedur. Soal tundingan tidak balas jasa, dirinya memilih bekerja profesional.

a��a��Puas tidak puas itu biasa dalam hal ini. Tapi, soal tuntutan balas jasa, lebih baik tanyakan pada yang bersangkutan yang lebih paham,a��a�� pungkasnya. (dam/r10)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara