Lombok Post
Selong

Pasar Umum Masbagik Kurang Diminati

SEPI: Kondisi Pasar Umum Masbagik Lombok Timur masih sepi akibat minimnya pedagang yang menempati toko maupun Ruko di lokasi pasar ini. TONI/LOMBOK POST

SELONGA�– Bangunan Pasar Umum Masbagik Lombok Timur (Lotim) yang berada di jalur utama persimpangan Masbagik telah selesai dibangun sejak tahun 2016 lalu. Sayang hingga saat ini pasar ini terkesan masih belum bisa operasi. Terlihat hanya ada dua hingga tiga pedagang yang terlihat menempati ruko dan toko yang ada di pasar ini.

a�?Ini karena pasar tersebut konsepnya adalah pasar kering. Tidak lagi pasar sayuran atau sembako seperti sebelumnya. Ini Yang membuat masayarakat maindsetnya belum terbiasa,a�? kata Kepala Bapenda Lotim M Salmun Rahman.

Pasar yang semula merupakan pasar tradisional ini dicita-citakan menjadi pusat jual beli produk konveksi hingga makanan kemasan. Tidak lagi pasar basah yang menjual sayur, sembako atau barang jualan seperti pada umumnya. Terdapat 37 Ruko, dan 66 tokonya di pasar ini.

a�?Kalau yang sudah laku itu sekitar 16 untuk ruko. Sedangkan kalau toko hampir semuanya sudah laku. Itu karena kembali ke pemiliki lama. Cuma mereka memang belum buka makanya itu yang membuat terlihat masih sepi,a�? jelasnya.

Meski demikian, dari keterangan Kabid Retribusi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lotim, Emi Yunaida pihaknya sudah mengantongi sekitar Rp 400 juta untuk retribusi pasar ini. Dengan rincian Rp, 3,6 juta biaya sewa toko per tahun dan Rp 18-19 juta untuk biaya ruko.

a�?Yang terlihat beroperasi saat ini memang hanya satu dua saja. Karena mengubah maindset pasar itu tidak mudah. Karena awalnya yang pasar sayur jadi pasar kering. Tapi kemungkinan nunggu losnya terisi penuh baru dia ramai,a�? terangnya.

Selain alasan maindset para pedagang yang belum terbiasa dengan Pasar Umum Masbagik, sepinya kondisi pasar ini diakibatkan terbatasnya jumlah pedagang yang ada di Lotim. Kebanyakan pedagang A�memilih berjualan di Pasar Tradisional Masbagik yang tak jauh dari lokasi tersebut. a�?Dengan adanya pasar umum ini bukan berarti akan banyak muncul pedagang baru. Pedagang sebelumnya masih lebih memilih berjualan di pasar tradisional eks pasar hewan,a�? bebernya.

Sehingga sempat muncul konsep bersama Kepala Pasar dan Camat Masbagik untuk mengisi ruang kosong di lantai satu dan dua dengan permainan anak. a�?Hanya saja setelah disurvei, alatnya besar-besar dan berat. Jadi A�itu nggak bisa untuk konstruksi bangunan pasar,a�? ujarnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost