Lombok Post
Headline

Ini Bedanya Ahyar dan Mohan dalam Menyikapi Kasus Ibu Nuril!

SEDIH: Nuril terus memegang tangan salah satu anggota keluarganya yang terus menyemangati agar dia tabah, Rabu (11/5). Grup Whatsapp #SaveIbuNuril

MATARAMA�– Dukungan atas kasus yang menimpa Baiq Nuril Maknun, atau Ibu Nuril terus mengalir. Dari grup bersama #SaveIbuNuril, sampai hari Kamis (11/5) pukul 8.28 pagi WITA, tercatat 56 lembaga menyatakan dukungan pada Ibu Nuril.

Dari lembaga bantuan hukum, gerakan sosial kemasyarakatan, komunitas sampai dukungan dari pejabat daerah.

Sayangnya, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengambil sikap berbeda dengan wakilnya H Mohan Roliskana. Jika Mohan langsung menyatakan siap menjadi penjamin Ibu Nuril, maka Ahyar justru memperlihatkan sikap sebaliknya.

Pria yang akan mencalonkan diri sebagai Gubernur NTB itu memilih berhati-hati. Ia mengaku belum bisa mengambil sikap sampai persoalan ini terang benderang.

Ahyar juga belum mau melakukan tindakan dari segi pembinaan dan punishment kepangkatan pada pelapor Ibu Nuril, yakni H Muslim. “Ngapain? (Memang) gampang mecat orang!a�? cetus Ahyar.

Kecuali ada hal-hal teknis yang menyangkut etika pejabat. Sehingga layak untuk melakukan pemberhentian.

Gelombang dukungan pada Ibu Nuril, menurut Ahyar hanya isu yang dikelola secara masal. “Namanya isu terus dijadikan opini ya bisa saja,a�? sambungnya.

Menurut Ahyar, ini adalah kasus lama. Hanya baru sekarang ditindak lanjuti. Keputusan Pemkot Mataram, melakukan mutasi dan menempatkan H Muslim di jabatan baru, hanya sebagai penyegaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saja.

“Kalau ada mutasi kepala sekolah itu kan biasa, ini kan penyegaran,” kilahnya.

Tetapi kalau dikatakan pemkot diam saja, Ahyar juga tidak setuju. a�?Nanti kita lihat dan pelajari dulu (kasus ini),a�? imbuhnya.

Sepelik apa pun persoalannya, lanjutnya, harus tetap mengacu pada ketentuan yang ada. Walaupun persoalan yang dihadapi Ibu Nuril, memiliki kaitan persoalan kemanusiaan.

“Apalagi ini sudah masuk dalam ranah hukum, saya tidak bisa intervensi,a�? tandasnya.

H Muslim Bisa Disanksi

Sementara itu, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana marah besar. Tak hanya menanda tangani kesiapan menjadi penjamin Ibu Nuril. Agar, ibu tiga anak itu keluar dari balik jeruji besi. Tapi, beberapa langkah sudah ia siapkan.

“Saya prihatin dengan kasus ini,a�? kata Mohan.

Bahkan Mohan tak menampik jika H Muslim bisa terkena sanksi. Namun, saat ini harus dilakukan kajian-kajian terlebih dahulu.

Pihaknya mengaku perlu mengorek keterangan dari kedua belah pihak untuk mendapat data yang valid. Namun aturan jelas menegaskan jika benar terbukti berselingkuh, H Muslim jelas melakukan pelanggaran kode etik PNS.

Penurunan pangkat bahkan pemberhentian secara tak hormat bisa menjadi sanksi yang bakal diterimanya. Karena sebagai PNS, ASN seharusnya memberikan suri tauladan bagi masyarakat luas. Terlebih posisi H Muslim kala itu adalah pengajar yang memimpin sebuah institusi sekolah yang mendidik generasi muda.

Makin miris karena kini H Muslim menjadi Kabid Kepemudaan di Dinas Pora Kota Mataram. Mengurusi generasi penerus Kota Mataram, H Muslim jelas sudah memberi contoh tak baik jika nantinya dugaan perselingkuhan dan pelecehan itu benar terbukti.

Sejak kasus itu bergulir beberapa tahun silam, ia terus mendapat promosi jabatan yang makin menciderai nilai keadilan masyarakat. Sedangkan Nuril kini sudah dipecat dari pekerjaannya dan malah mendekam di penjara.

Terkait rekam jejak H Muslim, Kadis Pora Kota Mataram Amran M Amin mengatakan belum bisa banyak menilai. Dinas yang dipimpinnya memang baru sekitar dua bulan terbentuk. Ia mengatakan tak banyak yang bisa dinilai dari waktu sesingkat itu. a�?Ya normatif saja kalau soal capaian,a�? ujarnya.

Bawahannya itu lanjutnya sudah diserahi tugas mengurus persoalan pramuka dan pertukaran pelajar. Jika mengacu pada dua hal itu saja, secara umum dijalankan dengan baik. Namun terkait masalah yang kini membelitnya, Amran menolak berkomentar lebih jauh. a�?Soal ASN itu ada atasan lebih tinggi yang mengurusnya, saya no comment,a�? ujarnya.

Hingga berita ini mencuat, ia mengatakan belum bertemu langsung dengan bawahannya. Selama beberapa hari ini, H Muslim tak tampak di kantor. Namun karena sudah ditangani oleh atasan yang lebih tinggi, ia memilih tak mencampuri persoalan itu. a�?Saya fokus masalah olah raga dan kepemudaan saja,a�? ujarnya.

A�H Muslim Pingsan

Di tempat terpisah, Sidang kedua pada kasus UU ITE dengan terlapor Baiq Nuril Maknun, di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Mataram, kemarin (11/5).

Sebelum sidang berlangsung, tampak puluhan aktivis menggelar aksi simpati di depan PN. Puluhan massa berjalan dari Bale Ite menuju PN Mataram. “Jangan sampai perempuan lainnya, di injak-injak lagi. Saya harap tidak ada lagi kasus seperti Nuril ini,A� kata Hj Baiq Mirdiati, aktivis perempuan yang juga Anggota DPRD Kota Mataram, kemarin.

Tepat pukul 14.00 Wita, terlapor H Muslim mendatangi Pengadilan Tinggi (PN) Kota Mataram. Ia melenggang dengan santainya memasuki ruang sidang siang itu. Namun yang membuat gempar para awak media dan beberapa orang lainnya, 30 menit kemudian H Muslim pingsan.

H Muslim mendadak pingsan saat mejelis hakim memeriksanya, serta ketika pengacara Nuril mengajukan beberapa pertanyaan, terkait kasus yang sedang hangat itu. H Muslim kemudian dibawa ke ruang perawatan di PN Mataram. (zad/yuk/cr-tea/r5)

Berita Lainnya

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost