Lombok Post
Metropolis

Masyarakat Bantu Bersihkan Rinjani, TNGR: Ini Bukan Solusi Permanen!

BERSIH-BERSIH: Kelompok masyarakat yang dibina TNGR membersihkan sampah-sampah yang ada di Gunung Rinjani, beberapa waktu lalu. TNGR FOR LOMBOK POST

MATARAMA�– Sampah-sampah yang mengotori Gunung Rinjani dibersihkan. Kali ini aksi clean up dilakukan kelompok masyarakat Sembalun. Mereka naik dan membersihkan sampah plastik yang menumpuk di beberapa titik pos peristirahatan.

Dalam gambar yang dikirim Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) pada Lombok Post, kelompok warga membersihkan sampah dengan sapu lidi dan mengangkut sampah plastik cukup banyak menggunakan karung-karung khusus. Sampah-sampah itu kemudian dibawa turun gunung. Keesokan harinya, gunung nampak bersih dari sampah.

Sebelumnya, kebersihan Gunung Rinjani kembali menjadi sorotan setelah mendapat protes keras dari salah seorang wisatawan asing yang mendaki. Kepala Balai TNGR Agus Budi Santoso menjelaskan, clean up yang dilakukan kelompok masyarakat Sembalun merupakan kegiatan reguler yang rutin dilakukan setiap bulan. Mereka adalah warga binaan TNGR. Sebab tahun ini pihaknya menggunakan komunitas masyarakat untuk membantu membersihkan Rinjani. Mereka diajak memelihara kebersihan dan sudah jalan. Ada yang dari Sembalun, Masbagik, dan tempat-tempat lain di Rinjani.

Agus mengharapkan kerja sama dengan semua pihak. Termasuk peran pemerintah daerah agar membantu penanganan kebersihan Rinjani. Karena tidak mungkin TNGR menangani hal ini sendiri.

Menurutnya, dengan memanfaatkan masyarakat untuk menurunkan sampah Rinjani bukan solusi permanen. Solusi permanen adalah dengan meminta pendaki membawa sampah mereka ke bawah agar tidak ditinggal di atas gunung. Dengan begitu baru menyelesaikan persoalan. Peran yang bisa dilakukan pemda adalah peningkatan kesadaran masyarakat tentang menjaga kebersihan.A� a�?Clean up bukan solusi permanen, karena orang yang memungut sampah sama orang yang membuang itu berbeda,a�? katanya. (ili/r7)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost