Lombok Post
Headline Kriminal

Proyek Gedung RSJ Mataram Diduga Menyimpang, Kejati NTB Tunggu Laporan

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTB Tedjolekmono

 

MATARAM-Sekelompok warga mendesak Kejati NTB mengusut dugaan penyimpangan anggaran pembangunan gedung Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma Mataram. Masyarakat Mereka menduga proyek miliaran itu bermasalah, apalagi ada beberapa item bangunan yang sudah rusak.

Menanggapi desakan itu, pihak Kejati NTB mengaku tidak bisa serta merta mengusut suatu proyek. Mereka memerlukan dasar seperti laporan masyarakat. a��a��Selama belum ada laporan, kami belum bisa bergerak,a��a�� kata Asspidsus Kejati NTB Ery Harahap, kemarin.

Ery menegaskan, harus ada laporan terlebih dahulu, karena itu menjadi dasar pihaknya untuk turun mengumpulkan data dan informasi.A�A�Karena itu, dia pun menunggu adanya masyarakat yang melaporkan dugaan penyimpangan proyek tersebut.

a��a��Kalau tidak ada laporan, kita ada dasar mengusutnya,a��a�� tegas dia.

Ery mengaku sudah mendapat informasi seputar proyek rehabilitas gedung RSJ tersebut. Namun dia belum mengetahui persis detail anggaran, termasuk dugaan penyimpangannya.

a��a��Saya dengar ketika mereka unjuk rasa di Kejati,a��a�� bebernya.

Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Peduli Transparansi (AMAPETRA) menggelar aksi di Kejati NTB. Mereka mempertanyakan proyek rehabilitasi gedung RSJ Mutiara Sukma yang pengerjaannya dinilai tidak sesuai harapan.

Dalam aksinya itu, mereka meminta kejaksaan mengusut pengerjaan proyeknya yang dinilai telah terjadi penyimpangan dalam penggunaan anggarannya.

Menurut massa aksi, dalam dua tahun terakhir ini, pemerintah telah menggelontorkan anggaran secara bertahap. Total anggaran itu mencapai Rp 11 miliar.

Pada tahap pertama di tahun 2015, anggaran yang dihabiskan Rp 5,5 Miliar. Duit itu dicomot dari kantong APBD NTB.

Selanjutnya pada tahap kedua di tahun 2016, pemerintah menggelontorkan anggaran untuk renovasi dan perluasan lahan yang diserap melalui pajak sebesar Rp 5,6 Miliar. Tahap kedua ini, proyeknya dimenangkan oleh kontraktor dari PT PMMP dengan konsultan pengawas dari CV AC. (dit/jlo/r2)

Berita Lainnya

Mohan Bikin Kejutan di Mataram Jazz & World Music Festival 2018

Redaksi LombokPost

Setengah Hati Urusi Bisnis “Nakal”

Redaksi LombokPost

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost

Aksi Penjambret Terhenti Setelah Tiga Jam Beraksi

Redaksi LombokPost

Polda NTB Raih Hassan Wirajuda Award

Redaksi LombokPost

Gempa Lagi, Panik Lagi

Redaksi Lombok Post

Pintu Beasiswa Eropa Terbuka Lebar untuk Pelajar NTB

Redaksi Lombok Post

Gempa Lagi, Lombok Belum Stabil

Redaksi Lombok Post

Dompet PNS Makin Tebal, Pemkot Siapkan Rp 363 Miliar

Redaksi Lombok Post