Lombok Post
Headline Selong

Jadi Calon Bupati Lotim, Asrul Sani Enggan Manfaatkan Jabatan

Dinas Kesehatan Lotim dr. Asrul Sani

SELONG-Nama drg Asrul Sani masih menjadi salah satu kandidat bakal calon Bupati Lombok Timur (Lotim) dalam Pilkada 2018 mendatang. Namun, berbeda dengan sejumlah bakal calon bupati lainnya, drg Asrul Sani mengaku masih belum mau membahas politik saat ini. Bahkan ia juga mengungkapkan enggan untuk memanfaatkan jabatannya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Lotim untuk berpolitik.

a�?Masih belum waktunya. Kalau dari satu sampai sepuluh, ketertarikan saya menjadi bupati itu di angka 2,5. Saya juga nggak mau menggunakan posisi saya sekarang ini untuk politik,a�? kata dia kepada Lombok Post kemarin (12/5).

Menurutnya, kurang etis jika jabatan ASN yang diembannya saat ini lantas diamanfaatkan untuk kepentingan politik. Meski ia menilai ia punya peluang untuk melakukan hal itu.

a�?Kalau dari segi peluang kan bisa kita memanfaatkan di Puskesmas pasang baliho imbauan kesehatan. Sebar stiker saat posyandu atau cara lainnya. Tapi saya nggak enak, nggak mau memanfaatkan kondisi yang kami miliki. Karena ini juga belum saatnya kita bahas politik,a�? kelitnya.

Bagi Asrul, saat ini ia mengaku ingin fokus terhadap jabatan yang diembannya sebagai Kepala Dinas Kesehatan. Ia ingin mengabdikan diri melayani masyarakat dalam bidang kesehatan sesuai profesinya. Baginya pengabdian kepada masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Tidak harus menjadi Bupati.

Meski demikian, sebelumnya ia mengaku tertarik menjadi kepala daerah karena ingin membangun banyak hal di Lotim. Sebagai upaya untuk mensejahterakan masyarakat secara sosial dan ekonomi.

Terkait dirinya yang merupakan Putra Ali BD, hal tersebut sebagai sebuah hal yang biasa. Dimana, seorang putra kepala daerah ingin melanjutkan atau mengikuti jejak orang tuanya. Apalagi, ketertarikan drg. Asrul untuk maju di Pilkada Lotim ini pun sudah mendapat restu dari sang ayah yakni Bupati Lotim Ali BD yang kini sedang mengincar posisi Gubernur NTB.

a�?Kalau dia mau maju itu haknya dia. Dia sudah dewasa, bukan anak-anak jadi saya tidak berhak setuju atau tidak kalau dia mau maju,a�? kata Ali BD dalam sebuah kesempatan. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kepala OPD Akan “Dikocok” Ulang

Redaksi LombokPost

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

KPU NTB Gelar Cerdas Cermat Pemilu bagi Pemilih Pemula

Redaksi LombokPost

Generasi Muda Jangan Main Gadget Terus!

Redaksi LombokPost

Pemkab Jangan Mau PAD Aja!

Redaksi LombokPost

Korban Minta Pelaku Segera Diadili

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

Pengerukan Dermaga Labuhan Haji Terancam Molor

Redaksi LombokPost

Oknum Perawat Diduga Perkosa Rekan Kerjanya

Redaksi LombokPost