Lombok Post
Metropolis

Habiskan Rp 5 Miliar, Mataram Water Park Terbengkalai

MANGKRAK: Kondisi Waterpark Mataram di Taman Udayana yang makin kusam karena tak terurus hingga saat ini. Ivan/Lombok Post

MATARAMA�– Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Mataram mendapat tugas super berat. OPD yang baru seumur jagung pecahan Dinas Pendidikan itu dituntut mampu mengelola salah satu aset yang sudah lama terbengkalai.

“Kita diserahkan untuk mengurus Mataram Water Park (MWP),a�? kata Kadis Pora Kota Mataram Amran M Amin.

Ya, aset yang sudah bertahun-tahun terbengkalai bahkan mangkrak itu berdasar hasil rapat gabungan akan diberikan pengelolaannya pada pihaknya. Ia kini masih menunggu SK resmi dari kesepakatan tersebut. Jika SK itu sudah keluar, secara otomatis hidup matinya MWP tergantung pada Dispora.

Seperti dikatahui selama ini MWP tak pernah bisa difungsikan. Sejak rampung pada 2010 lau, MWP nyaris seperti bangunan sia-sia. Padahal anggaran yang digunakan lebih dari Rp 5 miliar.

Beragam wacana untuk menghidupkan MWP datang dan pergi silih berganti. Mulai dari wacana pengelolaan dari pihak pemerintah hingga swasta. Namun, hingga kini tidak pernah ada yang terbukti.

“Memang berat kelola itu,a�? kata Amran.

Meski begitu, Amran menolak menyerah. Ia berjanji akan berfikir keras untuk menghidupkan kawasan tersebut.

Dalam bayangannya, memberi pengelolaan pada pihak ketiga atau swasta adalah langkah terbaik. Namun diakui hal itu tidaklah mudah, terbukti dari serangkaian kegagalan menggaet investor selama ini.

“Kami akan coba petakan masalah yang ada, buat grand design pengembangan, semoga saja berhasil,a�? ujarnya.

Salah satu masalah yang ditemukannya adalah letak MWP yang ada di pojok dalam Udayana. Sehingga tak langsung dilihat publik.

Tak hanya itu, di bagian tersebut, sejumlah sampah bahkan menumpuk, hasil pembuangan sampah-sampah PKL di Taman Udayana.

“Kalau soal sampah saya sudah minta pertamanan bantu. Alhamdulillah responsnya positif,a�? ucapnya.

Namun masalah inti sebenarnya adalah ukuran kolam yang tak sesuai standar untuk kejuaraan. Sehingga hajat awal untuk pembinaan atlet dan bahkan kompetisi resmi tak mungkin diadakan di sana. Paling memungkinkan kawasan itu menjadi area wisata saja. a�?Nanti kita lihat apa yang bisa kami kerjakan di sana,a�? tutupnya.

Sebelumnya Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan tak akan berhenti untuk mencoba memaksimalkan semua aset yang ada. Termasuk MWP. “Untuk kesejehteraan masyarakat, saya sungguh-sungguh,a�? tegasnya. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost