Lombok Post
Headline Metropolis

Dikejar Waktu, Pemkot Mataram Kebut Pengerjaan Sejumlah Proyek

SERING MAMPET: Salah satu proyek drainase yang akan dikerjakan Pemerintah Kota Mataram yakni di jalan Lingkar Selatan. Darinase di tempat ini menyempit dan airnya selalu meluap setiap musim hujan. Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM – Pemerintah Kota Mataram tengah berpacu dengan waktu. Aturan baru berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa, membuat pemerintah ketir-ketir. Semua proyek dari dana pemerintah pusat dikebut.

Pantauan Lombok Post dari situs LPSE Kota Mataram, sejumlah proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) misalnya. Pengumuman lelang sudah dilakukan 15 Mei lalu. Bahkan, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana pun sampai turun tangan. a�?Di ruangan saya ada monitor, jadi saya awasi langsung serapan anggarannya,a�? kata Mohan.

Walau tersisa hanya sekitar dua bulan, jelang pencairan termin pertama dana transfer pusat, Mohan mengaku percaya pejabat OPD masih bisa mengejar target. A�a�?Sampai hari ini saya percaya (mereka bisa mengerjakan dengan baik),a�? ujar Mohan.

Aturan baru ini telah membuat ritme kerja OPD meningkat dalam satu minggu terakhir. Ia ikut turun mengawasi dan mencari tahu perkembangan realisasi anggaran, khususnya yang dananya bersumber dari DAK.

“Persiapan administrasi mereka sudah selesai kemarin, sekarang yang serapan fisik sudah mulai (dikerjakan),a�? terangnya.

Ia kembali mewanti-wanti pada pejabat yang masih lambat dalam realisasi anggaran. Ke depan harus lebih baik lagi.

Menurutnya, tahapan dan aturan lelang proyek sudah sangat jelas. Tinggal kemauan dari OPD teknis untuk segera merealisasikan programnya.

“Ini hanya urusan belanjakan uang, masa nggak bisa. Uang sudah ada, rencana anggaran juga telah dibuat terstruktur. Ya, tinggal eksekusi,a�? cetusnya.

Seperti diketahui, PMK 50 tahun 2017 mengatur serapan anggaran minimal 75 persen untuk dana pusat atau DAK terserap. Baru pemerintah pusat akan mencairkan anggarannya.

Jika tidak berhasil melampaui target, maka seluruh biaya proyek menjadi tanggung jawab daerah. Namun secara umum, Mohan mengungkapkan terus memantau perkembangan serapan anggaran.

Jelang berakhirnya triwulan kedua ini, ia juga sudah mendapat laporan berbagai proyek fisik dengan budget besar sudah mulai diumumkan. a�?Saya awasi terus,a�? tegasnya.

Ia berharap, dengan total anggaran di APBD 2017 ini, memasuki triwulan ketiga ia menargetkan realisasi anggaran bisa mencapai 67 persen. “Harus itu, pokoknya harus (67 persen), silakan dinas mengakselerasi serapan anggarannya (agar tercapai serapan anggaran),a�? tandasnya.

Sejauh ini, dalam empat bulan terakhir, dari data grafis milik Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Keuangan, Pemerintah Kota Mataram terlihat kesulitan untuk merealisasikan target. Baik untuk fisik maupun keuangan. Grafik realisasi, terpantau selalu berada di bawah target yang telah dibuat.

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Wartan menjelaskan sudah mengambil langkah cepat terkait terbitnya PMK 50 Tahun 2017. Bahkan ia harus menggenjot semua OPD agar bisa melakukan pengumuman lelang, hari itu juga. A�a�?Sudah semua, sudah kita penuhi sampai hari kemarin,a�? kata Wartan.

Berbagai persyaratan yang dibutuhkan, sebagai bukti dimulainya pengumuman juga telah dilengkapi. Untuk kemudian, dipersiapkan dalam rangka pencairan anggaran termin pertama DAK kota yang diperkirakan pertengahan Juli 2017. “Makanya kemarin kita paksa-paksa, agar segera dikerjakan,a�? terangnya.

Ia menjamin persoalan DAK sudah clear dan tidak ada persoalan. a�?Semua tersebar di sejumlah dinas (penerima DAK),a�? ulasnya.

Ia menargetkan proses lelang bisa tuntas sampai pertengahan Juni. Sehingga ada persiapan waktu, jika ada sanggahan atas hasil lelang. “Pokoknya semua persyaratan sudah tuntas sesuai permintaan aturan yang baru itu,a�? tutupnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost