Lombok Post
Metropolis

Ibu Nuril Masih Dipenjara

MENCARI: Joko Jumadi ketika berusaha mencari data pelengkap, terkait kasus Baiq Nuril Maknun, atau Ibu Nuril, kemarin (16/5). THEA/LOMBOK POST

MATARAMA�– Baiq Nuril Maknun alias Ibu Nuril A�hingga kini masih ditahan. Seperti diberitakan sebelumnya, Ibu Nuril terjerat UU ITE. Ia dilaporkan H Muslim, mantan kepala sekolah tempatnya bekerja karena dituduh merekam dan menyebarkan percakapan melalui telepon. Sidang kasus ini akan kembali digelar hari ini (17/5).

Tim kuasa hukum Ibu Nuril terus berupaya agar penahanan kliennya ditangguhkan. Mereka juga sedang menyusun draf pengajuan penangguhan penahanan terhadap ibu tiga anak ini. “Saat ini (kemarin, Red) kami sedang siapkan permohonan penangguhan penahanan, semoga diterima oleh majelis,a�? kata Kuasa Hukum Ibu Nuril Joko Jumadi, kemarin (16/5).

Dalam kesempatan itu, Joko juga menanggapi pernyataan H Muslim dalam persidangan sebelumnya. Saat itu H Muslim di dalam persidangan mengakui ia sedang sakit. Namun, sakit yang diderita adalah penyakit aneh. Yakni berfantasi dengan sosok orang bugil, sebelum ia tidur.

“Itu penyakit aneh. Kalau dia sakit, harusnya setelah diberi sanksi ketika menjabat jadi kepala sekolah, dan sekarang ia menjabat sebagai kabid, kok bisa lolos psikotes?a�? terangnya dengan ekspresi bingung.

Ia menambahkan, Muslim harusnya menjadi panutan bagi anak muda di Kota Mataram. Terlebih ia sedang menjabat Kabid Kepemudaan di Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Mataram. “Dengan naiknya kasus ini, jangan sampai anak muda di Kota Mataram, mengikuti tingkah Muslim,a�? sindir Joko.

Hingga kini, ada 126 lembaga dan 29 individu yang mendukung Nuril. Pria yang kerap disapa Joko itu mengimbau Muslim agar tidak membuat masalah lagi. a�?Buka aja lah, terus terang saja, jangan ditutupi-tutupi kasus ini,a�? imbaunya.

Pengacara Ibu Nuril yang lain, Yan Mangandar Putra mengaku menemukan kejanggalan di kasus ini. a�?Ya, rekaman yang ada di CD itu kan bukan file asli rekaman, itu hasil rekaman yang direkam lagi,a�? jelasnya, kepada Lombok Post.

Pria berpenampilan rapi itu mengatakan, ketika H Imam (salah satu saksi) yang didatangkan di kejaksaan, sempat mengatakan di dalam CD itu, ada seorang perempuan yang diduga selingkuh dengan Muslim. Perempuan itu berinisial L.

“Di rekaman itu, jelas sekali H Imam mengatakan tentang perempuan berinisial L. Faktanya, dalam rekapan transkrip percakapan di BAP tidak ada disebut inisial itu. Kami duga, rekaman di CD itu telah di cut atau diedit,a�? jelasnya.

Joko Jumadi dan Yan Mangandar Putra pun memberi saran kepada Muslim, agar sebelum menghadiri persidangan, sarapan terlebih dahulu. a�?Sarapan dulu lah Pak Muslim, jangan sampai pingsan lagi,a�? sindirnya. (cr-tea/r5)

Berita Lainnya

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost

Pajak Panelnya Dihapus Dong!

Redaksi LombokPost

Rajin Blusukan ke Sejumlah Sentra Kerajinan Tenun

Redaksi LombokPost

Kreatif..!! Babinsa di Mataram Ganti BBM Motor Dengan Elpiji 3 Kg

Redaksi LombokPost

Ada Kemungkinan Passing Grade Diturunkan

Redaksi LombokPost

Anggota Pokmas Harus Lebih Rajin

Redaksi LombokPost

Mantap, Wali Kota Ingin UMK Naik

Redaksi Lombok Post

Peserta Tes CPNS Dilarang Bawa Jimat

Redaksi Lombok Post