Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

Investasi di Bandar Kayangan, Pemprov NTB Janji Beri Kemudahan

Contoh regional hub Osaka Jepang (Sumber : www.city.osaka.lg.jp)

MATARAM-Meski sudah ada kepastian hukum, tapi hingga kini investor yang akan menanamkan modalnya di mega proyek Global Hub Kayangan belum jelas. Belum ada pemodal yang menandatangani kontrak kerja sama untuk berinvestasi di lokasi tersebut.

 

Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin mengakui, masih banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk pembangunan Global Hub Kayangan. Mulai dari pembebasan lahan, revisi RTRW provinsi NTB, termasuk investornya. Tapi pemprov merasa lebih tenang, sebab dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 tahun 2017 tentang Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional, Bandar Kayangan Lombok dimasukkan sebagai kawasan andalan nasional. Hal itu merupakan langkah maju dan menjadi dasar hukum untuk memulai pembangunan. a�?Itu sudah langkah maju, itu lebih dulu baru kita melakukan langkah penyesuaian,a�? kata Amin.

 

Tugas ke depan adalah tentu mengundang para investor yang mau berinvestasi, berpartisipasi membangun kawasan tersebut. Dalam hal ini pemprov tidak akan bergerak sendiri. Pemerintah pusat termasuk PT Bandar Kayangan International yang sudah dibentuk akan bergerak melengkapi hal-hal yang dibutuhkan demi suksesnya pembangunan pelabuhan internasional itu.

 

Untuk pembebasan lahan, bisa dilakukan dengan pola sharing, antara kebupaten, provinsi dan APBN. Menurutnya, semua itu masih memungkinkan. Hal itu pernah dilakukan di daerah lain. a�?Jadi tidak ada yang tidak mungkin,a�? katanya.

 

Amin optimis dengan pembangunan Global Hub, terkait siapa saja investor tentu masih sedang berupaya dicari. Mereka akan datang dengan sendirinya bila sudah dimulai dan ada kepastian hukum seperti saat ini. Pemerintah daerah tentu akan melakukan beberapa upaya untuk meringankan beban investor. Mulai dari kemudahan pengurusan izin, keringanan biaya-biaya dan sebagainya. a�?50 persen kita bebaskan mereka dari kewajiban pasti mereka (investor) akan masuk,a�? katanya.

 

Untuk mengantisipasi permainan calo tanah di lokasi tersebut, pemerintah akan berupaya jangan sampai lahan-lahan itu dilepas kepada para calo yang akan menyulitkan investor. (ili/r7)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost