Lombok Post
Kriminal

Jaksa Sita Pengering Gabah di Sayang-sayang

DISITA PENYIDIK: Kejaksaan Tinggi NTB melakukan penyitaan alat vertical dryer dan bangunannya, di Kelurahan Sayang-Sayang, Kota Mataram, kemarin (18/5). DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM -A�Hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara (PKKN) kasus alat pengering gabah (vertical dryer) belum juga rampung. Meski demikian jaksa tetap bekerja dalam penyidikan kasus tersebut.

Kemarin (18/5), tim penyidik melakukan penyitaan mesin vertical dryer di Kelurahan Sayang-Sayang, Kota Mataram, yang digunakan Kelompok Tani Sayang Daye II. Selain mesin, jaksa turut menyita bangunan tempat mesin berada.

Dalam penyitaan kemarin, Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB menurunkan empat orang jaksa, dua dari tim penyidik yakni Sugiyanta dan Bannurahman, dua lainnya dari jaksa Kejati bertindak sebagai saksi. Kata Sugiyanta, penyitaan dilakukan berdasarkan surat perintah pimpinan.

a�?Ditugaskan untuk menyita mesin dan gedung bangunannya,a�? kata dia, kemarin (18/5).

Penyitaan yang dilakukan tim penyidik, menjadi bagian dari penanganan perkara dugaan penyimpangan proyek pertanian di Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura NTB. Anggaran proyek tersebut diserap dari kantong APBD dengan nilai Rp 5,6 miliar.

Proses penyitaan disaksikan dari pihak pengelola Bainul Rohman. Kepada Rohman, jaksa menyerahkan surat tanda terima bukti penyitaan dan berita acara penitipan barang bukti. Jaksa juga memasang pengumuman yang bertuliskan a�?Disita tim penyidik Kejati NTBa�� pada mesin dan bangunan.

Karena tidak memungkinkan membawa barang sitaan ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan), jaksa lantas menitipkannya ke pengelola. Karena itu, meski disita tim penyidik tetap memperbolehkan petani untuk menggunakan mesin tersebut.

a�?Silakan digunakan, yang penting dijaga,a�? kata dia.

Diketahui, anggaran pengadaan alat pengering ini berasal dari APBD. Pengadaan itu sendiri dilaksanakan dinas terkait dengan melibatkan pihak ketiga. Khusus untuk pengadaan alat pengering ini, anggaran yang digelontorkan sekitar Rp 5,6 miliar. Mesin pengering dibagikan kepada kelompok tani yang tersebar di 10 kota dan kabupaten NTB.

Pengadaan itu sendiri diikuti 43 perusahaan. Sementara, perusahaan yang keluar sebagai pemenang yakni UD HR (Inisial). Untuk satu unit alat pengering gabah maupun pemipil jagung nilainya sekitar Rp 935 juta.(dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost