Lombok Post
Metropolis

Jangan Gali Seenaknya Dong!

ASAL: Galian kabel fiber optic di Jalan Airlangga ini dapat membahayakan pengguna jalan karena tak dilengkapi garis batas dan dan plang peringatan. Wahyu/Lombok Post

MATARAMA�– Sejumlah ruas jalan di Mataram kembali digali beberapa hari terakhir. Jalan yang telah mulus pun digerus. Trotoar jalan dibongkar. Akibatnya pengguna jalan jelas terganggu.

a�?Mau pasang kabel fiber optic,a�? kata salah seorang pekerja lapangan yang tengah menggali di sepanjang Jalan Airlangga, kemarin (19/5).

Sayangnya galian itu tak dipasangi penjelasan. Parahnya lagi, banyak lubang yang tak dilengkapi pembatas, sehingga membahayakan pengguna jalan. Selebihnya ada yang hanya dipasangi potongan bambu setinggi satu meter dan ada pula yang dipasangi garis polisi dilarang melintas.

a�?Main gali seenaknya saja, dia mau menang sendiri,a�? keluh Teguh, seorang warga setempat.

Sejumlah lubang tersebut memang membahayakan, apalagi ketika malam hari. Jika tidak hati-hati, kendaraan bisa terperosok lubang, atau menabrak gundukan tanah bekas timbunan yang tak ditutup sempurna. Penjelasan adanya proyek hanya temukan di beberapa titik.

Kasatpol PP Kota Mataram Chaerul Anwar mengatakan, penggalian memang sedang dilakukan di berbagai titik di Mataram. Terkait izin, ia mengatakan telah lengkap, seluruhnya diurus provinsi dan pihaknya menerima tembusan. a�?Kalau izin sebenarnya tak masalah,a�? katanya.

Namun yang menjadi perhatian adalah dampak dari galian tersebut. Harusnya ada plang yang mengingatkan pengguna jalan agar berhati-hati. A�a�?Harusnya dipasang lengkap,a�? ucapnya.

Dia juga mengingatkan bekas galian yang dibuat, baik yang merusak aspal jalan maupun trotoar harus dikembalikan seperti sedia kala. Jangan sampai jalan yang sebelumnya sudah baik jadi rusak akibat pemasangan kabel FO tersebut.

Dia lantas mencontohkan kondisi di Jalan Arya Banjar Getas dan Jalan Industri di Ampenan yang hingga kini tak kunjung kembali normal. Jalan yang dirusak hingga separonya tak dihotmix sempurna. a�?Yang di situ parah,a�? ujarnya.

Lantas apa bentuk sanksi bagi pihak kontraktor yang meninggalkan bekas proyeknya dengan masalah baru? Mendapat pertanyaan itu, ia tak menjawab pasti. Namun menurutnya, perusahaan yang sudah profesional mengerjakan proyek, seharusnya tahu aturan. a�?Kan ngakunya profesional, ya kerja yang baiklah,a�? pungkasnya. (yuk/r3)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost