Lombok Post
Selong

Lima Bulan Guru Honorer di Lombok Timur Belum Digaji

BELUM TERIMA HAK: Salah seorang guru honorer daerah SMAN 3 Selong Lotim saat mengajar belum lama ini. TONI/LOMBOK POST

SELONGA�– Nasib guru honorer yang belum menerima gaji hingga saat ini masih terkatung-katung. Belum jelas kepastian kapan para guru honorer yang mengabdi di sejumlah SMA dan SMK negeri di Lombok Timur (Lotim) ini kapan akan dibayar.

Sejak diambil alih oleh Pemerintah Provinsi, sudah lima bulan para guru honor belum meneima haknya. Untuk itu, Kepala UPT Layanan Dikmen dan Pendidikan Khusus Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Lotim Saiful Islam mengaku siap memperjuangkan nasib para guru honor ini di Pemerintah Provinsi.

a�?Kami juga mencari kejelasan bagaimana sih informasi jelasnya di Provinsi. Kami berharap para guru bersabar, karena kami akan terus mengupayakan bagaimana mereka bisa mendapatkan haknya,a�? kata dia kepada Lombok Post kemarin (19/5).

Dari penjelasannya, alasan kenapa guru honorer belum bisa menerima gaji saat ini disebabkan mereka belum memiliki SK pengangkatan dari gubernur NTB. Itulah yang sedang kini diupayakan. Mengingat, sebelumnya mereka hanya memiliki SK Pengangkatan oleh Bupati atau Wali Kota. Sehingga gajinya dibayarkan melalui APBD Kabupaten Kota.

Kasi Ketenagaan UPT Layaan Dikmen PKPLK Lotim Makmun menerangkan ketika diambil alih oleh Provinsi, maka para guru ini pun harus kembali mendapat SK dari Gubernur. Agar bisa mendapat gaji dari pemerintah Provinsi. Untuk itulah pihaknya mengaku telah diminta pemerintah Provinsi dalam hal ini Dinas Dikbud NTB untuk mendata sejumlah guru yang saat ini berstatus guru honorer daerah.

a�?Kalau data guru honorer yang sudah disertifikasi terdapat 21 orang. Namun kini kami tengah mendata mana yang berstatus honorer daerah diangkat melalui SK Bupati namun belum disertifikasi. Itu nanti kami serahkan secara kolektif,a�? terangnya.

Surat permintaan data para guru honorer daerah dari pengakuannya telah dikirim pihak UPT Layanan Dikmen PKPLK tanggal 19 Maret lalu. Namun sampai saat ini masih banyak sekolah yang belum menyerahkan. Sehingga ini yang juga menjadi salah satu terhambatnya pendataan para guru honorer di Provinsi. Selain karena mereka juga saat ini belum memiliki SK dari Gubernur.

a�?Makanya kami sedang mengupayakan para guru ini untuk mendapatkan SK Gubernur. Karena ini juga nantinya pasti akan mengacu pada anggaran,a�? jelas Saiful Islam.

Pihak Layanan Dikmen PKPLK akan terus berusaha memperjuangkan nasib para guru honorer agar bisa segera menerima gaji yang memang haknya dengan terus berkoordinasi dengan Dikbud Provinsi. a�?Kami sendiri tidak rela melihat teman-teman mengajar tapi tidak mendapatkan haknya,a�? tandasnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost