Lombok Post
Metropolis

OPD Harus Berperan Bantu Anak Miskin

MENGAIS: Seorang anak mengumpulkan sisa-sisa makanan usai kegiatan nasional yang digelar Pemkot Mataram, di Taman Sangkareang beberapa waktu lalu. Wahyu/Lombok Post

MATARAMA�– Sejumlah anak menyerbu arena pembukaan Pameran Produk Unggulan yang dihelat Pemkot Mataram di Taman Sangkareang, Selasa (16/5) lalu. Mereka menyisir satu demi satu kursi tamu yang telah ditinggalkan.

a�?Cari sisa jajan,a�? kata seorang anak yang berpakaian lusuh.

Dengan sigap mereka membuka satu persatu bekas jajan kotak. Pemandangan tersebut bukan kali pertama terjadi, hampir setiap acara besar, ada saja yang mengais sisa makanan.

a�?Seluruh anak Mataram memang butuh kasih sayang,a�? kata Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Mataram Hj Baiq Dewi Mariana Ariany.

Terhadap anak-anak dalam keluarga miskin, ia mengatakan peran serta OPD sangat diperlukan. Dengan bersama-sama, barulah masalah kemiskinan dan anak bisa diatasi. Misalnya, untuk anak putus sekolah, Dinas Pendidikan bisa berperan membantunya. Mereka yang berasal dari keluarga miskin harus mendapat bantuan dari Dinas Sosial. Sedang terkait kesehatan, Dikes memegang peranan.

a�?Jadi bantuan yang diberikan menyeluruh untuk membantu mereka,a�? ucapnya.

Terkait mimpi Mataram untuk menjadi Kota Layak Anak, Dewi mengatakan evaluasi terbaru menunjukkan nilai Mataram mencapai 547,03. Dengan angka tersebut Mataram masuk dalam kategori Pratama.

Secara sederhana artinya, masih banyak hal yang perlu diperbaiki. a�?Pratama itu masih level paling bawah, kita harus banyak berbenah,a�? ucapnya.

Perbaikan kondisi itu menurutnya penting dimulai dari unsur keluarga. Jika taraf hidup keluarga bisa dinaikkan, maka pengentasan kemiskinan tersebut secara berbarengan juga akan berdampak pada anak. Komitmen bersama dan inisiasi menjadi dua kata kunci yang harus dilakukan berbagai OPD.

a�?Mari kita sayangi anak Mataram dengan program yang menyentuh mereka,a�? ucapnya.

Terkait persoalan kemiskinan, Mataram memang belum bisa keluar sepenuhnya dari masalah tersebut. Target penurunan satu persen angka kemiskinan tiap tahun hingga kini tak bisa direalisasikan. 2014 penurunan kemiskinan Mataram hanya 0,22 persen setara 2.963 jiwa, selanjutnya 2015 mengalami penurunan lagi menjadi hanya 0,08 persen setara 1.898 jiwa.

Terbaru dalam target 2016 yang hingga kini masih dikalkulasi, targetnya hanya 0,39 persen saja. Hingga 2015, tercatat penduduk miskin Mataram mencapai 10,45 persen dan 2016 ditarget turun hanya menjadi 10,06 persen. (yuk/r3)

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost