Lombok Post
Headline PELESIR

Bukit Pergasingan (2) : Tempat Sempurna Menikmati Megahnya Rinjani

WISATAWAN : Para wisatawan menyiapkan tenda di lokasi camping ground Gunung Pergasingan. Wisatawan tidak hanya dari Lombok, tapi dari luar negeri.

MATAHARIA�pagi di gunung selalu terasa istimewa. Untuk bisa menikmati hangatnya butuh perjuangan keras. Butuh waktu tiga jam lebih mulai dari Sembalun ke lokasi camping. Butuh waktu 20 menit dari kemah menuju puncak Pergasingan. Suriani memang benar tentang makna mendaki, perjalanan itu sendirilah keindahannya. Ada sensasi ketika melihat matahari muncul dari punggung Pergasingan. Matahari yang setiap hari bisa kami lihat dari rumah masing-masing. Matahari pagi di puncak gunung memang lebih romantis.

a�?Ini adalah pengalaman pertama saya. Mataharinya gak kalah cakep dengan bintang-bintang semalam,a��a�� tulis Azmi dalam blognya setelah menyelesaikan pendakian Pergasingan.

Baca Juga :A�

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”6″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”1991″ tax_operator=”2″ offset=”1″ order=”desc”]

Berada di ketinggian 1700 meter di atas permukaan laut (mdpl), udara Pergasingan mampu menembus jaket. Matahari pagi itu memberikan sedikit kehangatan. Gradasi warna langit dari gelap, perlahan memerah, dan pada akhirnya terang menjadi sensasi tersendiri. Di balik punggung bukit tempat matahari muncul, mata dimanjakan oleh pemandangan laut. Dua buah pulau, Gili Sulat dan Gili Lawang di Sambelia terlihat jelas dari kami berdiri.

a�?Wah amazing,a��a�� komentar singat Windah setelah kami turun dari puncak Pergasingan kembali ke lokasi berkemah.

Di hadapan kami terhampar pemandangan seluruh Sembalun. Rumah-rumah, sawah yang berderet rapi bak permadani yang digelar di lapangan. Warna daun sayur dan padi yang ditanam, dengan gradasi warna berbeda membuat mata kami tidak ingin cepat berpaling. Entah sudah berapa ratus foto yang diabadikan Ayie, anggota rombongan kami. Diambil dari sisi manapun, hamparan sawah itu tetap cantik. Sementara rumah-rumah penduduk, ibarat terjebak dalam sebuah mangkuk. Dikelilingi kawasan pergunungan, dengan Rinjani sebagai komandonya. Pemandangan inilah yang membuat Pergasingan menjadi buah bibir hingga ke mancanegara. Kami baru tahu, setelah pulang, tenda yang berdiri di bawah kami adalah rombongan wisatawan dari Singapura.

Perjalanan pulang menuruni Pergasingan kemudian terasa lebih bertenaga. Padahal semalam tenaga sudah terkuras saat mendaki. Kaki terasa berat, tapi kepuasaan menikmati matahari terbit di puncak Pergasingan membuat langkah ringan. Apalagi sepanjang turun, pemandangan a�?permadania�? sawah-sawah selalu di depan mata. Ayie, mahasiswa STKIP Hamzanwadi Pancor yang membawa kamera harus rela berhenti berulang kali demi mengabadikan pemandangan itu. Dan tentu saja pose para pejalan. Azmi dengan pose mengenakan jaket kebesarannya a�?Universitas Gadjah Madaa�?, Windah dengan pose merentangkan tangan sambil tersenyum, Yuni dengan pose centilnya.

Perjalanan ke Pergasingan itu bukan menjadi akhir. Tapi menjadi awal persahabatan. Tiba-tiba seperti sudah saling mengenal lama. Windah memberikan oleh-oleh novel karyanya pada Azmi. Azmi menitip salam melalui Windah pada seorang penulis puisi dari Makassar, yang belakangan menyita waktu Azmi, menyerap keindahan bait puisi itu. Susan pada akhirnya tidak bisa menahan air mata ketika harus berpisah dengan Windah yang akan kembali ke Makassar. Mereka telah menjadi sahabat baru. Perjalanan ke gunung, adalah perjalanan persahabatan.A�(Fathul/Lombok Post/Bersambung)

 

 

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost