Lombok Post
Headline Metropolis

Kualitas Raskin Buruk, Bulog Jangan Sekadar Minta Maaf

SAMPEL: Inilah Rastra yang dibagikan ke warga Dusun Barat Kubur, Desa Sesela. Karena dianggap tidak layak konsumsi, warga menolak dan mengembalikannya ke Bulog. ZAINUDDIN/LOMBOK POST

MATARAMA�– Persoalan kualitas beras sejahtera (rastra) alias beras rakyat miskin (raskin) seakan tidak pernah tuntas. Kualitas yang buruk membuat gejolak di tengah masyarakat. Persoalan ini bukan perkara baru. Tahun ini protes terjadi di beberapa kabupaten, seperti warga di Dusun Barat Kubur, Desa Sesela dan Desa Dasan Geres Lombok Barat, Lombok Utara dan Dusun Bangah, Gerupuk Desa Sengkol Lombok Tengah.

Kondisi yang terus menerus ini membuat warga kesal. Karena beras itu bukan gratis, tapi beras bantuan yang disubsidi pemerintah. a�?Disos sudah bersurat resmi ke Bulog terkait beras yang tidak layak konsumsi,a�? kata Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik, kemarin (21/5).

Dalam rapat koordinasi yang diadakan beberapa waktu lalu dengan Bulog NTB, Polda NTB, Korem 163/WB, Kejaksaan Tinggi dan Tim Koordinasi Rastra NTB juga sudah disampaikan ke pihak Bulog terkait beras yang tidak layak konsumsi. Pihak Bulog mengaku siap memperbaiki pendistribusian dan siap menerima beras yang tidak layak untuk dikembalikan ke Bulog. Hanya saja menurutnya, pernyataan itu belum cukup dan harus dibarengi dengan perbaikan.

a�?Kita berharap Bulog jangan hanya minta maaf lalu mengatakan akan mengganti beras yang tidak layak,a�? kata Khalik.

Baca Juga :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”6″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”1984″ tax_operator=”2″ offset=”1″ order=”desc”]

Menurutnya, yang dibutuhkan adalah pengecekan kualitas beras sebelum didistribusikan. Petugas gudang Bulog harus diingatkan untuk mengecek terlebih dahulu kondisi beras sebelum dinaikkan ke truk pengangkut ke titik distribusi. Sehingga kesalahan yang sama tidak selalu terulang kembali. a�?Karena saya selalu sampaikan, beras itu bukan gratis, pemerintah sudah membayar ke Bulog melalui subsidi yang dibayarkan Kementerian Sosial,a�? katanya.

Menurutnya, sejak awal Kementerian Sosial sudah menekankan agar kualitas beras yang diterima warga benar-benar bagus dan layak dikonsumsi. Sehingga jangan sampai ada kesan pemerintah memberikan beras dengan kualitas buruk kepada masyarakat. a�?Sejak awal sudah ditekankan agar jangan sampai kualitas beras tidak layak,a�? tegasnya.

Ia berharap masalah pendistribusian Rastra ke depan akan semakin baik. Baik dari sisi kuantitas maupun kualitas beras, sehingga tujuan dari rastra tersebut benar-benar tecapai yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat. Salah satu solusi yang sudah mulai diterapkan saat ini adalah perubahan pola dari rastra dengan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Di mana saat ini baru mulai diterapkan di Kota Mataram. Dengan pola ini, jatah keluarga penerima tidak mungkin akan bisa dipotong atau dibagi rata dengan warga lainnya karena menggunakan kartu. Ke depan pola BPNT akan diterapkan di semua daerah. (ili/r7)

Berita Lainnya

Muslim Masih Duduk Manis

Redaksi LombokPost

Bahagia Setelah Miliki Kantor Tetap

Redaksi LombokPost

Rusunawa Nelayan Terkendala Lahan

Redaksi LombokPost

Panel Limit, Risha Krodit

Redaksi LombokPost

Jabatan Muslim Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost