Lombok Post
Kriminal

Cegah Permainan Harga, Mabes Polri Periksa Pengepul Cabai di Lombok

AKBP TRI BUDI PANGASTUTI. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM-Aparat kepolisian turut mengantisipasi permainan harga bahan pokok, menjelang Ramadan. Sebagai sentra produksi cabai rawit, Lombok menjadi sasaran pengawasan dari tim satgas pangan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri dan Kementerian Pertanian.

Informasi yang dihimpun koran menyebut, kedatangan tim untuk memeriksa pengepul cabai di Lombok. Ada sekitar enam pengepul yang diperiksa satgas pangan. Pemeriksaan ini terkait adanya informasi yang masuk ke Mabes Polri jika harga cabai rawit di wilayah Lombok relatif mahal.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap pengepul, tim satgas pangan juga turun mengecek harga dan stok cabai rawit di sejumlah pasar di Lombok. Ada lima pasar yang didatangi tim, yakni pasar Dasan Agung dan pasar Mandalika di Kota Mataram, pasar Paok Motong dan pasar Masbagik di Lombok Timur, serta pasar Keru di Lombok Barat.

Baca Juga

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”6″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”624″ tax_operator=”2″ offset=”1″ order=”desc”]

Dari pengecekan di lapangan, tim mendapat informasi harga cabai rawit di kelima pasar itu berada di kisaran Rp 55 ribu hingga Rp 65 ribu per kilogram. Padahal, pengecekan harga di tingkat petani hanya Rp 18 ribu per kilogram.

Terhadap harga tersebut, tim telah melakukan pemeriksaan untuk tiga pengepul. Sementara sisanya, akan diperiksa di Jakarta pada pekan ini.

Kabidhumas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti mengatakan, selain tim satgas pangan, Polda NTB dan jajarannya juga ikut melakukan pemantauan terhadap haraa kebutuhan pokok. Baik di tingkat harga pasar maupun tingkat distributor.

a�?Setiap hari ada juga pantauan dari kami,a�? kata Tri Budi, kemarin (21/5).

Kata Tri Budi, telah ada tim khusus yang bertugas untuk memastikan harga stabil serta ketersediaan bahan pokok sebagai kebutuhan masyarakat. Termasuk menjamin jalur distribusi dari barang kebutuhan pokok, sebelum dan selama puasa.

Mereka akan memastikan tidak ada permainan dari spekulan, yang kerap memanfaatkan momen Ramadan untuk menimbun bahan pokok. Ulah spekulan jelas akan merugikan masyarakat dengan kenaikan harganya dan langkanya kebutuhan pokok.

a�?Nanti akan ada koordinasi dengan instansi lain juga, agar ketersediaan dan distribusinya tidak mengalami hambatan,a�? ujarnya.(dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost