Lombok Post
Headline Selong

Retail Modern di Lombok Timur Kian Menjamur, Pembatasan Hanya Wacana!

ANCAMAN PEDAGANG KECIL: Retail modern Alfamart ini kini sudah mulai beroperasi depan SMAN 2 Selong Lombok Timur. TONI/LOMBOK POST

SELONGA�– Pemkab Lombok Timur (Lotim) gencar menggaungkan pembatasan kehadiran retail modern. Fakta yang terjadi malah sebaliknya. Kehadiran retail modern kini kian menjamur di Gumi Selaparang. Lihat saja, sejumlah retail modern baru kini mulai beroperasi bulan Mei ini.

a�?Sebenarnya pembatasan itu sudah terjadi sejak lama. Bahkan tahun lalu kami sudah pertimbangkan untuk melakukan moratorium. Tapi kalau ada satu dua, mungkin karena ada pertimbangan kejauhan tempat belanja,a�? kata Sekda Lotim H Rohman Farly.

Sekda mengakui kehadiran retail modern berdampak bagi pedagang kecil. Hal itu menurutnya telah diantisipasi oleh pemerintah. a�?Kami sudah antisipasi semua pasar modern ini. Kalau dia buka, dia juga harus memperhatikan toko (toko kecil, Red) yang ada di sampingnya. Dia harus menjual ke pedagang setempat dengan harga yang kebih murah,a�? jelasnya.

Hal ini senada dengan apa yang dikatakan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) M Syukri. Kehadiran retail modern ini diharapkan bisa membantu pedagang kecil. a�?Mereka ini harus bisa menyusui pedagang kecil. Jangan masuk ke jalur perkampungan karena itu jelas akan memberi dampak bagi pedagang kecil,a�? ujarnya.

Dari data Dinas PMPTSP, saat ini jumlah retail modern seperti Alfamart dan Indomaret di Lotim masing-masing 19 unit atau sebanyak 38 unit. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah karena hingga saat ini kehadiran mereka A�masih diperbolehkan di Lotim.

a�?Kalau kami di perizinan ya tergantung kebijakan pimpinan dalam hal ini pak Bupati. Tapi memang belum ada arahan moratorium,a�? aku Syukri.

Di Dinas PMPTSP yang mengurus masalah izin, keberadaan retail modern ini hanya mengurus masalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan izin gangguan (HO). Sementara untuk izin prinsip itu nantinya diajukan ke kepala daerah. a�?Kalau IMB ya berdasarkan luas area bangunan. Sementara izin HO itu diurus lima tahun sekali,a�? paparnya.

Terpisah Wakil Bupati Lotim H Haerul Warisin sebelumnya juga menyoroti kehadiran retail modern ini. Menurutnya secara teori kehadiran retail modern berimbas kepada 10 sampai 17 kios kecil. Sehingga ia menilai penting untuk adanya pembatasan retail modern ini. Ketua DPRD Lotim H Khairul Rizal juga menjelaskan bahwa keberadaan retail ini akan mematikan pedagang kecil. a�?Karena mereka jual eceran dengan harga grosir,a�? ungkap Rizal.

Sehingga, ia berharap dalam memberikan izin bupati memiliki kajian dan kebijakan mempertimbangkan kesejahteraan kios milik masyarakat kecil. a�?Kembali ke Bupati. Izin kan Bupati yang mengeluarkan. Bupati itu pilihan rakyat jadi kembali ke rakyat,a�? ungkapnya.

Lebih disayangkan lagi, keuntungan dari retail modern ini nantinya akan dinikmati hanya oleh pengusaha kelas kakap. Karena, keuntungan dari retail modern akan dibawa ke luar daerah Lotim. Berbeda dengan kios kecil yang perputaran uangnya terjadi di dalam daerah.

a�?Stop izin retail modern, majukan UKM dan Pasar Tradisional. Karena pemimpin itu harus berpihak ke pedagang kecil bukan pemodal,a�? pinta Rizal. (ton/r2)A�A�A�

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost