Lombok Post
Headline Metropolis

Majelis Adat Sasak Gelar Sangkep Beleq di Sembalun

PEMBUKAAN: Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin (paling kiri), Ketua MAS NTB HL Mujitahid (dua dari kanan), Ketua Harian MAS Lalu Bayu Windia (paling kanan) memukul gendang beleq sebagai tanda dimulainya Sangkep Beleq, Sabtu (20/5). Humas NTB For Lombok Post

MATARAM-Adat istiadat dan nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat adalah kekayaan bangsa Indonesia. Keragaman budaya itu bukan sekat pembeda, tetapi justru merupakan perekat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sejarah panjang Indonesia telah membuktikan, bahwa adat dan budaya yang beragam justru menjadi sumber kekuatan untuk membangun bangsa yang kuat.

 

Spirit itu terungkap dalam pembukaan Sangkep Beleq IV Majelis Adat Sasak (MAS) di Sembalun Lombok Timur, Jumat malam (19/5). Kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun itu merupakan tradisi untuk terus menjaga dan merawat nilai-nilai kearifan lokal guna merekatkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Di dalam forum Sangkep Beleq ini dibahas berbagai isu pembangunan terkini dan pandangan kearifan lokal untuk mengatasi permasalah bangsa.

Baca Juga

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”8″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”218″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Hadir pada pertemuan adat itu, Sesepuh Adat Sasak HL Mujtahid, Ketua Harian Adat Sasak Lalu Bayu Windia dan sesepuh beserta para tokoh adat Sasak, tokoh masyarakat, budayawan juga pelaku usaha wisata dari luar NTB.

 

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin meminta kepada para tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh komponen masyarakat untuk merawat budaya daerah demi kekuatan dan keutuhan NKRI.

 

Amin menegaskan, bahwa Pancasila telah menjadi komitmen bersama bangsa Indonesia sebagai dasar dalam kehidupan bernegara. Dengan Pancasila, terbukti Indonesia mampu mempersatukan keberagaman budaya yang dimiliki. Selain itu, semua masyarakat dapat menjalankan aktivitas ibadah agama masing-masing dengan baik dan tenang. Negara yang berlandaskan pada salah satu agama saja, belum tentu dapat menjalankan ibadah dengan tenang. Seperti yang terjadi di Yaman dan Suriah yang merupakan negara agama, tapi terus dilanda perang saudara. Bahkan warganya harus terusir dari negaranya sendiri. a�?Kita patut bersyukur, dengan dasar Pancasila negara menghormati ajaran tiap tiap agama, semuanya dapat menjalankan ibadah dengan tenang,a�? kata Amin.

 

Untuk itu, Amin mengajak para tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk terus membimbing, mengarahkan dan mengedukasi masyarakat agar tidak terpengaruh dengan paham-paham radikal. Selain itu, paham-paham dari luar yang bukan jati diri bangsa Indonesia.

 

Sesepuh sekaligus Ketua Majelis Adat Sasak (MAS) HL Mujitahid berharap, dari kegiatan Sangkep Beleq akan lahir suatu terobosan pemberdayaan masyakat adat sasak berbasis masjid. Untuk itu perlu ada program inovatif untuk menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi. a�?Artinya selain memakmurkan masjid, masyarakat juga dimakmurkan,a�? kata mantan Bupati Lombok Barat itu.

 

Sementara Ketua Harian MAS Lalu Bayu Widia mengatakan, dipilih Sembalun sebagai tempat penyelenggaraan Sangkep Beleq karena sebagai tempat berbulan madu terbaik atau Best World Halal Honeymoon Destination. Selain itu Sembalun berhasil menjaga dan merawat adat istiadat dan nilai-nilai kearifan lokal sehingga tetap lestari. (ili/r7)

Berita Lainnya

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost