Bima - Dompu

Petani Berikan Dukungan Moril pada Bupati Dompu

DOMPU-Dukungan dan do’a untuk Bupati Dompu H Bambang M Yasin A�(HBY) terus mengalir. Kali ini datang dari petani yang tergabung dalam Front Solidaritas Petani Dompu.

Bentuk dukungan mereka dengan menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD dan Pemda Dompu, Senin (22/5). Selain orasi, massa aksi aksi juga meminta dukungan masyarakat Dompu melalui tanda tangan di spanduk yang telah disediakan. Rencananya, tanda tangan itu akan dikirim ke Polda NTB sebagai bentuk penolakan atas penetapan HBY sebagai tersangka dalam kasus CPNS K2.

Demonstrasi yang dipimpin Juliansyah itu dengan tegas keberatanA� Bupati Dompu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus K2. Dalam orasinya Juliansyah mengungkapkan, ditetapkannya HBY sebagai tersangka kasus K2 merupakan permainan politik untuk menjatuhkan HBY. Skenario yang dimainkan elit politik melalui kasus ini sudah terlihat sangat jelas.

“Mereka sudah menghalalkan segala caraA� untuk menjatuhkan HBY. Ini sangat tidak pantas jika kasus K2 muaranya kepada HBY,” tegasnya.

Baca Juga

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”8″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”206″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Menurutnya, HBY merupakan salah satu pemimpin daerah yang patut dicontoh. Akselerasinya selama 6 tahun terakhir memberikan kontribusi besar bagi kesejahteraan masyarakat di Dompu. Baik melalui programnya di sektor pertanian maupun pembangunan infrastruktur.

“Ribuan petani di Dompu sudah merasakan langsung manfaat program yang dijalankan selama kepemimpinan HBY,” akunya.

Tidak itu saja, berkat HBY nama Dompu sudah dikenal secara nasional. Bagaimana tidak, program jagung yang dicanangkan lima tahun terakhir diakui negara dan berkontribusi secara nasional.

“Bagi kami beliau adalah pemimpin yang hebat, jujur dan peduli dengan rakyat kecil,” katanya.

Namun dibalik kesuksesan HBY ternyata tidak dirasakan oleh para elit politik di Dompu. Terbukti, melalui kasus K2 dijadikan tombak untuk menjatuhkan HBY.

“Kasus ini jelas duka besar bagi masyarakat petani. Kami akan terus mendukung dan mendesak Polda NTB agar segera mencabut kasus yang menjerat HBY,” katanya.

Untuk diketahui, HBY saat ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus K2 oleh Polda NTB sejak 16 Mei lalu. Polda NTB juga dikabarkan telah melayangkan surat pemanggilan pada Bupati Dompu untuk pemeriksaan sebagai tersangka.

Sementara itu Bupati Dompu H Bambang M Yasin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga stabilitas daerah. Begitu juga dengan para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tetap bekerja dengan baik dan tetap fokus melayani masyarakat.

Harapan itu disampaikan bupati saat memberikan sambutan pada Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Sekaligus bupati mengklarifikasi kabar tentang dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus K2 oleh Polda NTB.

 

“Tugas kita saat ini bagaimana menjaga stabilitas daerah dan fokus pada program yang sudah dijalankan. Soal proses hukum, saya sudah serahkan pada kuasa hukum,” kata HBY.

Terkait jeratan hukum yang menimpanya, HBY tidak berkomentar banyak. Yang jelas, dirinya tidak pernah menerima sepersen pun dari penandatanganan Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) bagi para CPNS K2.

“Saya menganggap ini adalah ujian dan cobaan bagi saya,” akunya.

Yang terpenting saat ini, kata dia, bagaimana mamastikan perekonomian dan program kesejahteraan masyarakat tetap berjalan dengan baik. Berbagai prestasi yang diraih selama ini supaya bisa dipertahankan secara bersama.

“Saat ini Dompu sudah meraih banyak prestasi di tingkat nasional. Saya harap prestasi itu manjadi penyemangat bagi kita untuk terus berkarya,” ajak HBY.

Diakhir sambutannya,A� bupati juga meminta tidak ada lagi terjadi pro dan kontra maupun perbedaan persepsi terkait kasus K2. Harapan juga ditunjukan kepada awak media agar lebih berpikir objektif dalam pemberitaan.

“Saat ini saya tantang awak media untuk bekerja secara profesional. Jangan sampai justru memperkeruh suasana, ” kata HBY. (jw/r4)

 

 

Related posts

Pemilik 370 Gram Ganja Dijerat Pasal Berlapis

Redaksi Lombok Post

Biaya Hardiknas Dibebankan ke Kasek

Iklan Lombok Post

Illegal Logging Semakin Menggila

Iklan Lombok Post