Lombok Post
Metropolis

Tenaga Pariwisata Banyak Dibutuhkan di Luar Negeri

SOSIALISASI: Direktur Akpar Mataram I Putu Gede presentasi di hadapan pejabat BNP2TKI dan mahasiswa dalam acara penyuluhan jabatan sektor formal, kemarin (23/4). SIRTU/LOMBOK POST

MATARAMA�– Kebutuhan tenaga kerja sektor formal di luar negeri cukup tinggi, termsuk tenaga profesional di sektor pariwisata. Karenanya, peluang itu harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya agar Indonesia tidak hanya mengirim tenaga kerja di sektor informal, seperti pembantu dan buruh kasar.

Itu terungkap dalam penyuluhan jabatan sektor formal di Akademi Pariwisata (Akpar) Mataram, kemarin (23/5).A� Direktur Akpar Mataram I Putu Gede mengatakan, sosialisasi yang digelar Badan Nasinal Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) tersebut sangat membantu perguruan tinggi, khususnya para mahasiswa yang ingin meniti karir di luar negeri. Dengan kegiatan itu, wawasan dan pengetahuan tentang peluang kerja di luar akan lebih terbuka. Sehingga mahasiswa bisa menyiapkan diri, mulai dari keterampilan, standar pengetahuan dan kompetensi yang diinginkan perusahaan luar. a�?Mahasiswa harus memiliki pengetahuan yang luas tentang peluang kerja di luar negeri,a�? ujar Putu Gede.

Ia mengatakan, kegiatan serupa rutin dilakukan Akpar bersama lembaga lain untuk membuka peluang kerja bagi para mahasiswa lulusan Akpar Mataram, termasuk BNP2TKI. Sebab bidang pariwisata saat ini sedang menjadi sektor unggulan di NTB. A�a�?Kami ingin alumini Akpar tidak hanya berkiprah di dalam negeri, tetapi juga di luar,a�? ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Mataram Mucharom Ashadi mengatakan, peluang kerja di bidang kesehhatan sebagai tenaga rumah sakit dan perhotelan di luar negeri sangat banyak. Seperti di negara-negara Timur Tengah, Asia Pasifik, Amerika dan negara-negara Eropa. Karena itu, BNP2TKI melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Salah satunya Akpar Mataram. A�a�?Ini untuk menekan penempatan tenaga kerja sektor informal yang selama ini banyak bermasalah,a�? katanya.

Dengan kegiatan itu, masyarakat diberikang paluang dan penempatan tenaga kerja lebih terarah, karena ternyata di luar negeri banyak bidang pekerjaan yang bisa diisi masyarakat. Tidak hanya pariwisata, juga ada industri sebagai tenaga kerja diA� bidang otomotif dan sebagainya. (ili/r1)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost