Lombok Post
Headline Selong

Pemkab Lotim Tagih Tunggakan Sumbangan Hasil Tembakau

PILAH: Seorang ibu saat memilah tembakau yang hendak dijualnya berdasar kesamaan warna dan ukuran, di Kabar, Lombok Timur beberapa waktu lalu.

SELONG-Tanaman tembakau masih menjadi andalan pertanian di Lombok Timur (Lotim). Sayangnya, saat ini terdapat dua perusahaan yang dinilai lalai dari kewajibannya memberikan sumbangan hasil tembakau kepada daerah.

a�?Ini memang sumbangan yang tidak mengikat. Tapi sudah tertuang dalam Perdan nomor 4 tahun 2006,a�? kata Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Lotim Assairul Kabir.

Dua perusahaan tersebut yakni PT BP dan CV TA. Dua perusahaan ini dikatakan belum membayar sumbangan hasil keuntungan dari tembakau yang mereka kelola di Lotim. Sumbangan yang seharusnya diberikan PT BP senilai Rp 300 juta dan CV TA sekitar Rp 27 juta.

Jumlah ini didapat dari perhitungan sumbangan yang harus dikeluarkan itu Rp 100 per kilogram tembakau Virginia. Dimana dari sumbangan tersebut, masing-masing Rp 50 diberikan kepada Pemkab Lotim dan Pemprov NTB. a�?Kami sudah melakukan upaya penagihan baik secara langsung maupun tertulis,a�? aku Kabir, sapaannya.

Hanya saja pihak perusahaan seolah tak menghiraukan. Namun pihak Dinas Perkebunan menurutnya tidak memiliki kewenangan untuk menindak. Mereka hanya bisa melakukan imbauan dan mengeluarkan rekomendasi. Pihak yang berwenang dalam hal ini menindak perusahaan yang enggan membayar sumbangan adalah pihak yang mengeluarkan izin. Dalam hal ini gubernur ataupun bupati.

a�?Kami berharap ini bisa disuarasakan. Agar perusahaan lain juga patuh, mengingat perusahaan ini hidup dari petani,a�? jelasnya.

Baca Juga

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”8″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”85″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Mengenai jumlah petani tembakau yang ada di Lotim, saat ini Kabir menjelaskan datanya masih belum lengkap. Data sementara petani yang mengajukan diri atau membuat pernyataan bakal menanam tembakau hingga kemarin (23/5) berjumlah sekitar 4.300 petani. Dengan luas areal tanam hingga kemarin mencapai 5.668 hektare. Jumlah ini masih belum final karena pengajuan untuk petani tembakau yang akan mendapatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BHCHT) nanti berlaku hingga Juni mendatang.

a�?Target kami sekitar 15 ribu hektare areal tanam dengan jumlah petani sekitar 13 ribu orang,a�? bebernya.

Untuk dana DBHCHT tahun 2107 berada pada angka Rp 17,2 miliar. Para petani yang akan menerima dana DBHCHT ini tergatung dari jumlah luas areal tanaman tembakau yang mereka tanam. Namun demikian, jumlah petani tembakau tahun ini diprediksi bakal mengalami penurunan dari jumlah tahun sebelumnya. Karena, beberapa petani lebih memilih beralih ke tanaman hortikultura hingga tanaman pangan. a�?Di wilayah selatan, karena persediaan air mereka di embung masih ada banyak yang nanam tanaman hortikultura hingga padi,a�? ungkapnya. (ton/r2)

 

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost