Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

TGB Tagih Hasil Penjualan Saham Newmont

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi SIRTU/LOMBOK POST

MATARAM-Hasil penjualan 6 persen saham milik daerah di PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) kepada taipan Arifin Panigoro masih menjadi misteri. Lombok Post mendapat informasi bahwa sudah ada aliran dana sebesar Rp 300 miliar masuk ke rekening PT Daerah Maju Bersaing (DMB), entitas bisnis yang mewakili Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa dan Sumbawa Barat. Namun, pemerintah memastikan, belum mendapat laporan apapun terkait keberadaan dana tersebut.

Terkait hal ini, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi pun angkat bicara. Orang nomor satu di NTB itu meminta agar hak daerah itu segera dibayar, tanpa dipotong sedikit pun.

a�?Itu (saham) hak kita, harus kita terima sepenuhnya, tidak boleh ada kekeruangan sedikit pun,a�? tegas TGB saat ditemui di Markas Polda NTB, kemarin (23/5).

Baca Juga

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”8″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”113″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

 

Dari hasil penjualan 6 persen saham tersebut, PT Daerah Maju Bersaing (DMB) sebagai badan usaha yang mewakili Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa dan Sumbawa Barat akan mendapatkan sedikitnya Rp 700 miliar. Hanya saja angka pasti hasil penjualan saham itu belum pernah dibuka PT DMB.

Hanya saja, selain pembayaran saham, juga ada piutang deviden yang belum dibayarkan PT Multi Daerah Bersaing (MDB), perusahaan kongsi antara DMB dengan anak usaha BUMI Resources milik Bakrie Group sebesar USD 18 juta atau setara dengan Rp 234 miliar.

Piutang deviden tersebut, 10 persen dikelola DMB. Sisanya 40 persen masing-masing untuk Pemprov NTB dan Pemkab Sumbawa Barat atau masing-masing Rp 84 miliar dan 20 persen untuk Pemkab Sumbawa.

Berdasarkan informasi yang didapatkan Lombok Post, sebanyak Rp 300 miliar dana kini sudah masuk ke kas PT DMB. Tapi dana itu belum jelas apakah untuk pembayaran saham atau piutang deviden. Belum satu rupiah pun sudah masuk ke kas pemerintah.

Padahal deviden sudah dimasukkan sebagai sumber pendapatan di dalam APBD NTB sejak APBD Perubahan 2016. Saat itu PT DMB menjanjikan akhir tahun akan dibayar semuanya sebagai syarat penjualan saham sebelum PT NNT dikuasai Airfin Panigoro, pemiliki Medco Energi International Tbk dan berubah menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Sayangnya, dana piutang tersebut tidak kunjung masuk kas daerah. Akhirnya dialokasikan kembali ke dalam pendapatan APBD murni 2017, dan hingga kini dana tersebut masih menjadi misteri.

Menanggapi hal ini, Gubernur mengaku belum tahu persis datanya. Belum juga ada laporan resmi yang diterima pihaknya dari Direktur PT DMB Andy Hadianto terkait perkembangannya. Untuk itu ia akan memastikan progresnya sampai saat ini sudah sampai mana.

a�?Saya ceklah. Tidak boleh gitu..! Saya mau cek di Pak Andy,a�? katanya.

Kalau kalangan DPRD NTB mempertanyakan keseriusan gubernur untuk menagih, menurut TGB persoalan ini bukan serius tidak seriusnya pemprov tapi memang wajib dipenuhi perusahaan, karena merupakan hak yang harus diterima pemerintah daerah. a�?Bukan persoalan serius atau tidak, itu hak kita,a�? tandasnya.

Sementara itu, Direktur PT DMB Andi Hadianto yang dikonformasi Lombok Post tidak memberi respon. Panggilan telepon tak diangkat Andy.

Sementara, Wakil Direktur PT DMB Nurdin yang ditemui Lombok Post di kantor KONI NTB kemarin, enggan memberikan keterangan kepada media.

a�?Semua keterangan lewat pak Andi, saya tidak berkompeten memberikan keterangan,a�? katanya. (ili/arl/r1/r8)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost