Lombok Post
Headline Politika

Jika Paket Suhaili-Rohmi Terwujud, Ahyar Ketar Ketir ?

H Ahyar Abduh. Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM – Santer beredar wacana paket pasangan calon H Moh Suhaili FT bersama Hj Siti Rohmi Djalilah akan terbentuk pada Pilgub NTB 2018. Jika wacana ini benar terjadi, hal ini dinilai bakal menjadi ancaman bagi H Ahyar Abduh. Sebab untuk mengimbanginya, maka harus ada kekuatan lebih besar yang dimiliki Wali Kota Mataram tersebut.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, bila memang harus terjadi paket Suhaili-Rohmi baginya tidak ada masalah besar. Menurutnya, yang penting saat ini mengambil hati rakyat dan terus bekerja bersama dalam mewujudkan program-program yang dimiliki.

a�?Tidak masalah siapa berpasangan dengan siapa, saya selalu siap siapa pun lawannya,a�? tegas wali kota dua periode ini, kemarin (26/5).

Perlu diketahui, isu menguatnya duet Suhaili-Rohmi menurut pengamat politik NTB Agus akan membuat Ahyar khawatir.Bertemunya dua elit ini adalah kekuatan besar. Maka untuk mengalahkan kekuatan besar tersebut Ahyar harus juga mengambil yang kekuatan yang lebih besar.

a�?Saya sangat yakin ini akan membuat Ahyar khawatir,a�? ucap Dosen Ilmu Politik UIN Mataram ini.

Selain itu Agus juga memastikan, bahwa partai politik juga akan terbelah menjadi dua kubu yakni kubu Suhaili dan kubu Ahyar. Demikian halnya masyarakat juga akan terbelah dalam dua kubu tersebut.

a�?Dan suara pemilih di pulau Sumbawa akan menjadi penentu,a�? terangnya.

Lantas, kekuatan besar seperti apa yang dibutuhkan Ahyar?

Menurutnya, jika Ahyar bergandengan dengan Ali BD, maka Agus menilai pertarungan politik NTB 2018 akan sama-sama kuat. Namun menjadi pertanyaan selanjutnya, apakah Ahyar mungkin bisa berpasangan dengan Ali BD? Hal ini, menurut Agus, berkaca dari pilkada yang sudah diterapkan di Indonesia ibarat permainan zero-sum games, artinya pemenang memperoleh semua.

Teori permainan ini, kata dia, adalah sistem penetapan calon terpilih dalam pemilukada adalah suara terbanyak. Maka siapapun yang memperoleh suara terbanyak dia keluar sebagai pemenang dan mengambil semua suara calon yang kalah.

a�?Makanya saya sebut pemenang mengambil semua,a�? tandasnya. (ewi/r4)

Berita Lainnya

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost