Lombok Post
Praya

Kemendagri Pantau Wilayah Nambung

SELFIE DULU: Salah satu wisatawan berselfie ria di atas batu karang, di wilayah Pantai Nambung, Sekotong, Lombok Barat, belum lama ini

PRAYAA�– Pemkab Lombok Tengah (Loteng), mendampingi Tim dari Kemendagri turun ke Nambung Desa Montong Ajan, Praya Barat Daya. Ini terkait sengketa wilayah antara Loteng danA� Lombok Barat (Lobar) di kawasan tersebut.

a�?Selasa (23/5) kemarin, kita turun bersama Kemendagri. Yang mendampingi, Asisten I Setda Loteng HL Muhammad Amin,a�? kata Sekda Loteng HM Nursiah, kemarin (26/5) di Bencingah alun-alun Tastura.

Di lokasi, beber Nursiah pihak Kemendagri mengecek titik koordinat (TK) I, TK II dan TK III yang diklaim Lobar. Ada ratusan hektare lahan, yang di klaim kabupaten tetangga. Sebagai penguat, Pemkab pun menyerahkan dokumen pendukung, meliputi peta wilayah, batas wilayah, kependudukan, Undang-undang Nomor Tahun 69 Tahun 1958 dan Perda RTRW provinsi, serta RTRW kabupaten.

Selanjutnya, kata Nursiah Kemendagri akan mempelajari dan mendalami. Kemudian, memanggil kedua belah pihak yang bersengketa. a�?Kita tunggu saja, bagaimana keputusan Kemendagri,a�? kata orang nomor satu dijajaran birokrasi Loteng tersebut.

Kendati demikian, pihaknya optimis Kemendagri akan berpihak ke Loteng. Karena, secara de facto Loteng tidak pernah melakukan pemekaran wilayah sejak berdirinya tahun 1958 silam. Beda halnya dengan Lobar. Sehingga, luas wilayah tidak pernah berubah.

a�?Kami merasa, apa yang kami tunjukkan ke Kemendagri, baik fisik maupun non fisik sudah lengkap, tidak ada yang kami tambah-tambahkan, apalagi kurangi,a�? kata Nursiah.

Semuanya, tambah mantan Asisten III Setda Loteng tersebut, sesuai dengan naskah pernyataan sikap bersama, yang ditandatangani Bupati HM Suhaili FT dan Ketua DPRD H Puaddi FT, Nomor 0452.2/04/HKM dan Nomor 0752.2/06/DPRD tentang, penegasan tapal batas.

a�?Prinsipnya, kita tidak pernah mengklaim wilayah orang. Merekalah (Lobar) yang justru seperti itu,a�? kata Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng HL Herdan, terpisah.

Atas dasar itulah, tekan Herdan pemerintah dan warga Loteng sepakat mempertahankanA� wilayahannya.. a�?Itu artinya, wilayah Loteng tetap utuh,a�? kata Herdan.(dss/r2)

Berita Lainnya

Nahas, 11 Penumpang Pikap Terjatuh, Dua Tewas

Redaksi LombokPost

Pemerintah Sosialisasi Pembangunan Jalan LIA-KEK

Redaksi LombokPost

Job Fair Sediakan 5.255 Lowongan

Redaksi LombokPost

Sarankan Pelatihan Singkat untuk Pekerja KEK Mandalika 2020

Redaksi LombokPost

Loteng Termasuk Pengirim TKI Illegal Terbesar

Redaksi LombokPost

Kemenag Loteng Bersiap Dirikan PLHUT

Redaksi LombokPost

Loteng Gelar Festival Kuliner Tempo Doeloe

Redaksi LombokPost

LIA Terus Berbenah, Tambah Kapasitas Parkir Pesawat

Redaksi LombokPost

Selama Ramadan Kota Praya Benderang

Redaksi LombokPost