Lombok Post
Headline Metropolis

Tarawih Perdana, Jamaah Membeludak di IC

SESAK: Ribuan warga memenuhi Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Kota Mataram di hari pertama tarawih, beberapa waktu lalu. IVAN/LOMBOK POST

MATARAM-Seluruh NTB bersuka cita menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan. Tadi malam, umat Islam Bumi Gora, seperti halnya umat Islam di seluruh Indonesia dan belahan dunia, berbondong-bondong menuju masjid dan musala untuk Salat Tarawih perdana. Seluruh umat diingatkan menjaga kesucian bulan Ramadan.

Di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, jamaah membeludak. Ini adalah Ramadan pertama masjid kebanggaan masyarakat NTB ini setelah diresmikan tahun lalu. Jamaah bahkan sudah memadati Islamic Center semenjakA� Magrib.

Pantauan Lombok Post, sembari menunggu waktu Salat Isya dan Tarawih, warga banyak mengisi waktu dengan mengaji di selasar masjid. Ada pula yang memadati arena bazar buku dan kuliner di lantai bawah dan halaman barat Islamic Center. “Sengaja sama sekuarga ke sini di malam pertama ini,” kata Ahmad Yadi, yang khusus datang dari kampungnya di Keruak, Lombok Timur.

Saat azan Isya berkumandang, suasana jamaah kian padat. Tak butuh waktu lama, seluruh barisan shaf lantai dua masjid penuh. Bahlan selasar masjid di kiri dan kanan serta bagian belakang ikut penuh. Jamaah yang tak kebagian tempat lantas diarahkan ke lantai tiga. Di sana, juga tak diperlukan waktu lama untuk mengisinya.

Tingginya animo masyarakat membuat pihak IC kemudian mengarahkan jamaah untuk mengisi area bawah yang sebenarnya tempat bazar. Hujan yang sempat mengguyur tak menyurutkan animo masyarakat dari berbagai penjuru Pulau Lombok untuk terus berdatangan. “Ini momen spesial buat saya,” kata Mardiansyah, warga Gunung Sari, Lombok Barat.

Tadi malam, Salat Tarawih di Masjid IC adalah Salat tarawih yang istimewa. Tarawih diimami Imam Besar asal Mesir, Syeikh Ezzed Sayyid. Ia diundang khusus oleh Pemprov NTB untuk mengimami Salat Tarawih di Islamic Center.

Seperti halnya di masjid Nabawi atau Masjidilharam, Syeikh Ezzat eL-Sayyed mengimami Tarawih malam pertama dengan membaca Surah al-Baqarah. Hingga Tarawih berakhir, total satu juz ayat Suci Alquran yang dibacakan.

Seluruh jamaah mengikuti dengan khusyuk. Tua dan muda, pria dan wanita masing-masing tak mau kalah. Banyak anak-anak yang dibawa orang tuanya juga menikmati momen tersebut. “Ini pelajaran untuk anak saya,” kata Muhammad, salah seorang jamaah yang membawa dua putranya Salat Tarawih di IC.

Sebagai bagian dari event Pesona Khazanah Ramadan, Pemprov NTB mendatangkan secara khusus imam besar masjid dari Mesir, Maroko, Jordania, dan Lebanon.

Selain Syeikh Ezzat el-Sayyed, akan datang Prof Syeikh Khalid Barakat dari Lebanon, Syeikh Mouad Douaik dari Maroko, dan Syeikh Ahmad Jalal Abdullah Yahya dari Yordania.

Kepala Dinas Pariwisata NTB HL Mohammad Faozal mengatakan, Syeikh Ezzat akan mengimami Salat Tarawih mulai malam pertama hingga malam ketiga. Kemudian kata dia dilanjutkan Syeikh Mouad yang akan mengimami Tarawih pada malam keempat hingga malam kedelapan. Sedangkan Syeikh Khalid Barakat akan mengimami Salat Tarawih mulai malam ke-9 hingga malam ke-15.

Untuk malam ke-16 hingga malam ke-21 akan datang lagi Imam Besar dari Mesir. a�?Nanti akan dipilihkan secara khusus oleh Universitas Al Azhar di Kairo,a�? kata Faozal.

Selanjutnya pada malam ke-22 sampai dengan akhir Ramadan kata dia, Tarawih akan diimami Syeikh Ahmad Jalal Yahya.

Syeikh Ezzat el-Sayyed yang mengimami Salat Tarawih tadi malam adalah Qori internasional. Syeikh Ezzat dikenal dengan suaranya yang merdu dan kefasihannya dalam membaca Alquran. Segudang prestasi ditingkat nasional dan internasional juga telah berhasil diraih.

Alumnus Ilmu Kimia dan Alam Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir ini adalah qori pertama Mesir yang sukses menyabet lima gelar juara tilawah Alquran tingkat internasional antara lain di Bahrain, Irak, Iran, dan Libya.

Dia kerap diundang aktif sebagai imam masjid di belahan dunia seperti Bahrain, Libya, Austria, Australia, Belgia, Eropa, dan masih banyak lagi.

Bapak tiga orang anak ini menguasai tilawah Alquran dengan beragam riwayat qiraat Alquran. Di antaranya riwayat Imam Nafi’, Hafsh, Qalun, Warsy, dan Hamzah. Dia dipercaya untuk menduduki posisi penting dalam kegiatan tahfizh Alquran di Mesir dan negara-negara lain. Dia pernah terlibat sebagai dewan juri lomba qiraat Alquran di Kurdistan. Hingga sekarang dia kerap menghadiri undangan di berbagai negara dan mensyiarkan tilawah Alquran.

Pemantauan Hilal

Sementara itu, pemantauan hilal penentuan awal Ramadan kemarin dilakukan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB Bersama BMKG Stasiun Geofisika Mataram. Pemantauan dilakukan di di Taman Loang Balok. Hanya saja, hasil pemantauan dengan Teropong Azimut, hilal tak terlihat.

Lala Meilia, salah seorang anggota tim pemantau mengatakan, hilal terhalangi awan yang tebal. Kemarin sore, Mataram memang dilanda hujan dengan mendung yang lumayan tebal.

a�?Kalau cerah, harusnya bisa terlihat. Bulan baru sekarang ini tingginya 11 derajat. Minimal tinggi tujuh derajat, bulan sudah bisa dilihat,a�? kata wanita berhijab itu.

Di tempat yang sama, PLT Kepala Kanwil Kemenag NTB H Jaelani mengatakan, sejak siang perlengkapan untuk melihat hilal, telah disiapkan. Namun, ada faktor cuaca yang sedikit mengganggu, sehingga mengakibatkan hilal tidak dapat terlihat.

Hasil pemantauan hilal di Mataram tersebut, kemudian kata Jaelani dikirimkan ke Kementerian Agama Pusat dan menjadi dasar dalam sidang Isbat.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto mengatakan, lokasi Taman Loang Balok ini adalah titik yang sangat baik untuk mencari hilal. Titik tersebut kerap tidak terganggu pertumbuhan awan. Kemarin kata dia, saat matahari terbenam, posisi bulan tepat berada di sebelah kiri matahari. Sehingga, kalau tidak terhalang awan, posisi itu sangat memungkinkan untuk melihat hilal. Apalagi, tepat kemarin (26/5) ketinggian hilal berada pada delapan derajat. (yuk/kus/cr-tea/r8)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost