Lombok Post
Metropolis

Wagub Minta Oknum Pejabat Mesum Diproses

Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin Dok

MATARAM-Tertangkapnya beberapa orang aparatur sipil negara (ASN) dalam razia penyakit masyarakat (Pekat) disesalkan Wakil Gubernur NTBA� H Muhammad Amin. Apalagi dari delapan oknum ASN yang terjaring selama bulan Mei, tiga di antaranya merupakan pegawai Dinas PU NTB dan satu pejabat eselon III berinisial SU.

a�?Nah ini, mereka tidak bisa memberikan contoh,a�? kata Amin yang merasa jengkel dengan kelakuan oknum pejabat tersebut, Sabtu (27/5).

Menurut Amin, ASN selaku aparatur negara harus bisa memberikan teladan dan contoh yang baik bagi masyarakat. Karena itu mereka harus menjaga sikap dan perilaku, baik saat bertugas dinas, maupun di lingkungan masyarakat. Seorang ASN, baik pejabat maupun pegawai biasa tidak bisa seenaknya melakukan perbuatan tercela, karena mereka disorot oleh masyarakat.

Dalam pakta integritas yang ditandatangani, seorang pejabat sudah sepakat untuk tidak melakukan perbuatan yang merusak martabat pemerintah. Seperti melanggar nilai-nilai kesusilaan, norma agama, etika dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat. a�?Abdi negara harus memberikan contoh bagi yang lainnya, bukan malah melakukan hal-hal seperti itu (mesum),a�? imbuh Amin.

Terhadap kasus pejabat SU, Amin meminta kepada Sekretaris Daerah (Sekda) NTB H Rosiady Sayuti untuk memproses kasus tersebut, dan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Ia menegaskan, pemprov tidak akan memberikan ampun kepada pejabat yang merusak martabat pemerintahan, tapi pemberian sanksi harus tetap sesuai dengan regulasi yang sudah diatur. a�?Saya minta itu diproses cepat,a�? tanda politisi Nasdem ini.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BAP) Provinsi NTB H Fathurrahman menegaskan, pihaknya akan menindak tegas setiap ASN yang melanggar aturan. Hanya saja pihaknya masih menunggu berita acara pemeriksaan (BAP) dari Satpol PP NTB, karena berita acara itulah yang akan menjadi dasar untuk memproses hukuman bagi SU.

Dengan peristiwa itu, ia mengimbau seluruh ASN di mana pun bertugas, baik di provinsi maupun kabupaten/kota, harus menjaga citra ASN sebagai abdi negara. Terlebih saat ini sudah memasuki bulan Ramadan, jangan sampai dinodai dengan perbuatan asusila ASN.A� a�?Pegawai harus mampu menjaga diri, dan sadar bahwa ada sanksi tegas yang akan dikenakan pada mereka yang melanggar ketentuan,a�? tegas mantan Kepala Biro Kesra NTB itu. (ili/r1)

Berita Lainnya

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Pol PP Mengeluh Lagi

Redaksi LombokPost

Evi: Kasihan Pak Sudenom

Redaksi LombokPost

Yang Lolos TKD Jangan Senang Dulu!

Redaksi LombokPost

Sekolah Sesak, ABK Terdesak

Redaksi LombokPost

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost