Lombok Post
Headline Kriminal

Jaksa Tahan Tersangka Pungli Gili Trawangan

ilustrasi

MATARAM-Berkas perkara dugaan pungutan liar (Pungli) di Gili Trawangan akhirnya dinyatakan lengkap. Menindaklanjuti itu, penyidik kepolisian dari Polda NTB melakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka (Tahap II), kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kasi Pidsus Kejari Mataram Andritama mengatakan, pelaksanaan pelimpahan tahap II dilaksanakan pada Rabu (31/5).A� Selain tersangka, barang bukti yang ikut diserahkan penyidik antara lain, dokumen berisi rekap penarikan, kuitansi, dan uang sekitar Rp 60 juta.

a�?Sudah tahap II, bersamaan dengan kasus pegadaian itu,a�? kata Andritama, kemarin (1/6).

Terkait dengan pelimpahan tersebut, tersangka dugaan pungli yakni Lukman, kini menjadi tahanan jaksa dan dititip di Lapas Mataram. Andritama mengatakan, jaksa memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan.

a�?Kita tahan untuk 20 hari ke depan,a�? ungkap dia.

Setelah penerimaan berkas perkara dari penyidik dan penahanan tersangka, kata Andritama, pihaknya akan segera merampungkan berkas dakwaan. Setelah berkas dakwaan rampung, Lukman bisa dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Mataram untuk diadili.

a�?Kita upayakan secepatnya,a�? kata Andritama.

Terpisah, penasihat hukum tersangka ,Iskandar mengatakan, pihaknya masih mengupayakan untuk menangguhkan penahanan kliennya. Surat penangguhan penahanan tersebut juga telah diserahkan kepada jaksa untuk menjadi pertimbangan.

a�?Agar bisa puasa bersama keluarga. Surat (penangguhan) sudah kita masukkan, beberapa tokoh di Gili Trawangan turut menjadi penjaminnya,a�? ujar Iskandar.

Sebelumnya, penyidik Subdit III Ditreskrimsus Polda NTB menetapkan Lukman sebagai tersangka. Kadus Gili Trawangan ini diduga menjadi otak dari pungli terhadap pengusaha di Gili Trawangan.

Polisi menguak praktik pungli tersebut melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada Februari lalu. Barang bukti yang diamankan saat itu, antara lain uang Rp 63,1 juta. Uang tersebut merupakan hasil pungutan periode Februari.

Selain itu, juga disita dua buah laptop yang diduga digunakan sebagai alat merekap dan mencatat daftar penyetor dan dana yang wajib disetor. Rekap penyetor berikut nominal yang wajib disetorkan kepada dusun juga disita.

Ada juga tiga buah telepon genggam para pihak yang diamankan, kuitansi penerimaan, dan penyerahan uang, dua buku tabungan, tempat penampungan sisa dana setiap bulan, serta dua kartu ATM milik bendahara.

Terkait dengan perbuatannya, Lukman disangkakan telah melanggar Pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(dit/r2)

Berita Lainnya

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa Bumi Gora Menuntut Ilmu di Benua Biru (2)

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post

Dua Kafe Siapkan Wanita Penghibur

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa NTB Menuntut Ilmu di Eropa (1)

Redaksi Lombok Post

Efek Pemberlakuan Sistem Zonasi, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Redaksi Lombok Post

Didukung Warga, Ustad Budi Tak Gentar Dikepung Calon Petahana

Redaksi Lombok Post