Lombok Post
Metropolis

Pemprov Ajukan Enam Calon Direksi BPR NTB

Yusri Kepala OJK NTB. Ferial/Lombok Post

MATARAM-Pemprov akhirnya mengajukan perubahan calon direksi baru untuk PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) NTB. Berkas baru itu sudah diserahkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dua hari lalu. a�?Sudah masuk, ada enam orang yang diajukan,a�? kata Kepala OJK wilayah NTB Yusri, kemarin (2/6).

Dari enam orang tersebut, ada nama lama dan baru yang disodorkan pemegang saham, dalam hal ini pemerintah daerah. Meski demikian, pihak OJK tidak mau menyebutkan nama-nama calon direksi itu. Menurutnya, yang lebih tahu adalah pemegang saham sendiri. a�?Saya tidak ingat, surat tersebut sudah kami teruskan ke kantor pusat, maaf saya tidak punya salinannya,a�? ujar Yuri.

Mengenai susunan calon direksi enam atau delapan orang menurut Yusri hal itu sepenuhnya merupakan hak pemerintah. Pihak OJK dalam hal ini hanya memproses berkas yang masuk kemudian dikirim ke OJK pusat.

Sementara terkait, dua pemerintah daerah yakni Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Kabupaten Sumbawa belum setuju. Dalam hal ini OJK menurutnya hanya pelayan. Artinya, siapa saja yang datang akan dilayani. a�?Kalau berkasnya masuk ya kita lihat,a�? katanya.

Dalam ketentuannya, salah satu syarat berkas bisa disetujui OJK bila ada persetujuan dari semua bupati atau wali kota. Artinya, kalau semua sudah meneken maka baru dianggap sah. Sesuai dengan Perda NTB nomor 10 tahun 2016 tentang Penggabungan dan Perubahan Bentuk Badan Hukum Perusahaan Daerah BPR menjadi PT Bank BPR NTB. Di dalamnya diatur semua daerah pemilik saham harus memberikan persetujuan. Dibuktikan dengan berkas RUPS yang menyepakati penggabungan BPR tersebut.

a�?Kalau mereka belum setuju tentunya proses konsolidasi itu belum bisa ditindaklanjuti,a�? tegasnya.

Kecuali Pemrpov mengubah Perda, yang menyatakan bahwa boleh hanya sebagian bergaung. Sehingga ketika ada daerah yang tidak mau dimerger, OJK tetap bisa memprosesnya. Tapi di Perda menyatakan semua harus bergabung, maka KSB dan Sumbawa harus digabungkan juga ke dalam PT BPR NTB. (ili/r7)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost