Lombok Post
Metropolis

Wakil Rakyat kok Loyo

ABSEN: Banyak kursi anggota Dewan Kota Mataram kosong saat digelar rapat paripurna mendengar pendapat eksekutif terkait enam raperda inisiatif dewan, beberapa waktu lalu. Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM-Pemandangan tidak enak terlihat saat rapat paripurna DPRD Kota Mataram, mendengar pidato tanggapan eksekutif terhadap usul enam rancangan peraturan daerah (raperda) kemarin (2/6). Hanya beberapa anggota dewan yang terlihat hadir mendengar pendapat eksekutif yang langsung disampaikan Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Padahal rapat dengar pendapat sangat penting. Apalagi enam buah raperda ini adalah inisiatif dewan. Anehnya, para anggota legislatif justru terkesan tak kompak.

a�?Belum saya cari tahu apa penyebab ketidakhadirannya,a�? kata Ketua DPRD Kota Mataram Didi Sumardi.

Tetapi ia mengaku ingin berbaik sangka. Sebab, bisa saja banyaknya anggota dewan yang tidak hadir, karena ada tugas dari fraksi atau komisi untuk turun ke lapangan.

a�?Jadi sudah ada koordinasi dengan ketua fraksi atau komisinya, supaya tetap memastikan jumlah anggota yang hadir sesuai quorum,a�? jelasnya.

Pada dasarnya, lanjut Didi, rapat ini sangat penting. Sebab apa yang menjadi usulan dan pandangan eksekutif terkait enam buah raperda inisiatif dewan, harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Karena itu, ketidakhadiran tanpa alasan tidak dibenarkan dan harus diberi peringatan.

a�?Mudah-mudahan tidak (karena alasan puasa),a�? ujarnya, menanggapi pertanyaan dewan apakah ada kaitannya dengan puasa, sehingga banyak yang malas hadir.

Seharusnya, puasa tidak boleh jadi alasan untuk tidak hadir. Justru sebaliknya semakin produktif dan bergairah untuk bekerja. Apalagi penyusunan raperda menyangkut hajat hidup orang banyak. Sehingga jika dikerjakan dengan semangat bisa memberi nilai ibadah.

a�?Makanya saya yakin mereka bukan sengaja tidak hadir, tetapi mungkin ada tugas dari fraksi atau komisi di lapangan. Nanti coba saya cek atau tanyakan langsung sama Badan Kehormatan,a�? pintanya.

Sementara itu, anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Mataram I Gusti Bagus Hari Sudana Putra mengungkapkan, banyak anggota dewan yang tak hadir, karena masing-masing punya agenda di luar.

a�?Semua ada keterangan, secara lisan,a�? kata pria yang akrab disapa Gus Arik ini.

Ia memastikan, tidak ada anggota dewan yang absen tanpa alasan jelas. Apalagi dengan alasan puasa, sehingga malas bekerja.

a�?Ada yang dapat tugas dari fraksi ada juga dari komisi,a�? jelasnya.

Ia memperkirakan total anggota dewan yang tidak hadir, sekitar sembilan orang. A�Pada dasarnya lanjut Gus Arik, walau rapat paripurna ini penting untuk mendengar sikap eksekutif atas enam buah raperda usulan dewan, tetapi ia meyakinkan pembahasan sudah final. a�?Secara normatif raperda itu memang sudah tidak ada masalah,a�? ungkapnya.

Sehingga kehadiran cukup dengan diwakilkan ketua komisi atau fraksi. Nantinya akan disampaikan lagi pada para anggota yang tidak bisa hadir hari itu.

a�?Ada sanksi kalau tidak hadir tanpa keterangan. Di situ dijelaskan kalau ada anggota yang tidak ikut paripurna sekian kali, bisa ditegur secara lisan atau tertulis,a�? tegasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

22.425 E-KTP Rusak Dimusnahkan

Redaksi LombokPost

Bocah-Bocah Pemberani di Jembatan Kuning DADS

Redaksi LombokPost

Pokja Parkir Janji Bakal Tegas!

Redaksi LombokPost

Bergaya Fashionable Bersama Bellagio

Redaksi LombokPost

Pol PP Kecele!

Redaksi LombokPost

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post