Lombok Post
Headline Sportivo

Karateka NTB, Faqih Karomi Berpeluang Tampil di Olimpiade

APRESIASI: Danrem 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf (kanan) memberikan apresiasi kepada atlet karate Faqih Karomi didampingi Ketua Inkai Kota Mataram Hery Sasongko di Lapangan Sangkareang, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Karateka muda Faqih Karomi memiliki kans untuk tampil di Olimpiade. Sekarang, dia sudah dipanggil ke pusat pelatihan nasional (Pelatnas).

Faqih memang pantas masuk Pelatnas dan mewakili Indonesia di kejuaraan tersebut. Karena diusianya yang baru beranjak 20 tahun, dia sudah mengoleksi prestasi di kancah internasional.

Dia juara pertama di level internasioan Kejuaraan Karate Junior Under 21 (U-21) 2015 silam. Dia mengalahkan karateka spanyol Marc Comacho Torres dengan skor 5-2.

Selanjutnya, dia meraih medali perak di Asian Karateka Federation (AKF) di Makassar November 2016 lalu. Terakhir, pemuda yang duduk dibangku SMA itu meraih medali Perunggu pada South East Asia Karate Federation (SEAKF) 5 Mei lalu.

Atas prestasinya itu, Faqih dipanggil di Pelatnas prima junior. Dia dipersiapan untuk kejuaraan internasional, diantaranya Olimpiade Tokyo 2020. a�?Faqih masih muda. Dengan kemampuannya saat ini, dia pasti mampu tembus ke Olimpiade,a�? kata Binpres Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) NTB H Burhanudin kepada Lombok Post.

Dia melihat, kemampuan Faqih sudah cukup meningkat.a�?Terakhir saya ikuti dia beberapa bulan lalu. Sekarang dari teknik dan fisik meningkat drastis,a�? jelasnya.

Faqih yang turun di kelas Kumite 74 kilogram itu harus fokus pada setiap kejuaraan yang diikutinya. a�?Dia (Faqih,red) gagal raih emas di level internasional itu karena kurang fokus,a�? ujarnya.

Dia mengatakan, kemampuan Faqih sebenarnya sudah selevel dengan seniornya. Hanya saja, umurnya yang masih muda menghalanginya untuk tampil di level senior.

Burhan menambahkan, kekurangan yang dimiliki Faqih sebenarnya tidak ada. Hanya saja, di karate ini merupakan cabor yang tidakA�terukur. a�?Sehingga pemberian nilai kerap menjadi kontroversial di tiap kejuaraan,a�? ungkapnya. (arl/r10)

 

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost