Lombok Post
Tanjung

Berhenti Kerja di Hotel, Iwan Malah Jual Narkoba

TUNJUKKAN: Kasat Narkoba Polres Lombok Utara Iptu Remanto (kiri) menunjukkan Iwan terduga pengedar narkoba kepada wartawan, kemarin (6/6). PUJO/LOMBOK POST

TANJUNG-Setelah berhenti dari pekerjaannya sebagai pegawai salah satu hotel di Gili Trawangan, Iwan Setiawan nekat menjual narkoba. Aksinya menjual narkoba ini berlangsung selama enam bulan. Dia akhirnya ditangkap Satres Narkoba Polres Lombok Utara beberapa waktu lalu.

A�A�A�A�A�A� Kasat Narkoba Polres Lombok Utara Iptu Remanto menjelaskan, Iwan ditangkap saat sedang nongkrong di salah satu gang yang ada di Gili Trawangan. Sebelum menangkap pelaku, polisi mendapatkan laporan warga. Iwan dicurigai menjadi pengedar dan penjual narkoba. Berbekal laporan masyarakat itulah polisi menangkap pelaku. a�?Kita langsung geledah di sana disaksikan warga. Saat digeledah ditemukan sabu dan pil yang diduga inex yang disimpan dalam bungkus rokok,a�? ungkapnya.

A�A�A�A�A�A� Dari tangan Iwan yang merupakan warga Dusun Orong Nagasari, Desa Sokong ini, polisi juga mengamankan barang bukti sembilan poket berisi kristal putih yang diduga sabu dengan berat bruto 4,43 gram. Selain itu polisi juga mengamankan 10 butir pil yang diduga inex.A� a�?Untuk pil-pil ini kita tes guna memastikan apakah inex atau bukan,a�? cetusnya.

A�A�A�A�A�A� Setelah dilakukan uji laboratorium, dari 10 butir pil yang diamankan tersebut tujuh butir yang berwarna cokelat negatif inex. Sedangkan tiga butir pil berwarna hijau bergambar tengkorak positif inex.

A�A�A�A�A�A� Menurut Remanto, pelaku menjual narkoba ini dengan cara memberikan langsung kepada tamu yang party di Gili Trawangan ataupun pemesannya. Pelaku dikenakan pasal 114 dan 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

A�A�A�A�A�A� Sementara itu, kepada wartawan Iwan mengungkapkan, mulai menjual narkoba tersebut sejak enam bulan lalu. Tepatnya setelah dirinya berhenti bekerja di salah satu hotel yang ada di Gili Trawangan. a�?Kalau di Trawangan sudah tiga tahun. Tapi jual narkobanya baru enam bulanan setelah berhenti kerja,a�? ungkapnya.

A�A�A�A�A�A� Selain menjual, dirinya mengaku juga kerap menggunakan narkoba tersebut. Dia mengaku diupah Rp 150 ribu oleh temannya untuk mengantarkan narkoba ke pemesannya. a�?Saya cuma dikasi teman disuruh nganter ke tamu. Harganya sudah ditentukan, saya diupah kalau sudah antar barang,a�? tandasnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost