Lombok Post
Headline Metropolis

Arab Saudi Boikot Qatar Airways, Bisnis Umrah di NTB Terguncang

HAJI
Para calon jamaah haji Jakarta melakukan latihan ibadah haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (08/08/2015).--Foto: Imam Husein/Jawa Pos

MATARAM-Pemutusan hubungan diplomatik enam negara Timur Tengah dengan Qatar berimbas pada bisnis umrah di NTB terganggu. Terutama untuk biro perjalanan umrah yang menggunakan maskapai Qatar Airways, mengingat maskapai ini dilarang masuk Arab Saudi. Biro perjalanan umrah resah, dan berharap segra ada kejelasan dari krisis diplomatik yang membelit Timur Tengah.

a�?Saya dalam sebulan bisa kurang lebih 50 jamaah yang berangkat menggunakan maskapai Qatar Airways,a�? kata Direktur Travel And Tours Tiara Sentosa yang merupakan Cabang Travelindo di Lombok Sahlan pada Lombok Post kemarin.

Sehingga, jika dalam setahun ada tujuh bulan waktu pelaksanaan ibadah umrah, maka pihaknya kata Sahlan bisa memberangkatkan sedikitnya 350 jamaah dengan maskapai Qatar Airways.

Dia mengatakan, maskapai Qatar Airways dipilih untuk memberangkatkan jamaah lantaran memiliki harga yang kompetitif. Sementara layanan pada jamaah juga memuaskan. Penerbangan Qatar Airways biasanya menempuh rute Jakarta-Doha-Madinah. Atau ada yang dari Denpasar-Doha-Madinah.

Biasanya, kata Sahlan, setelah menyerahkan uang muka biaya perjalanan umrah, pihak travel akan langsung membooking tiket penerbangan, sehingga jamaah memiliki kepastian untuk berangkat. Tiket penerbangan pun biasanya dipesat untuk keberangkatan dan kepulangan. Karena itu, travel memikirkan kelanjutan penerbangan jamaah yang sebelumnya telah mereka booking-kan tiket tersebut.

a�?Sampai hari ini kami belum mendapat penjelasan lebih rinci. Kami juga masih menunggu informasi dari kantor pusat kami,a�? kata sahlan.

Dia memastikan, bisnis umrah menjadi pihak yang paling terkena dampak menyusul tidak boleh masuknya maskapai penerbangan Qatar Airways ke Saudi Arabia. a�?Kami berharap segera ada solusi, terutama bagi jamaah kami yang sudah booking tiket,a�? katanya.

Travel lain yang kerap menggunakan Qatar Airways untuk memberangkatkan jamaah adalah Dasa Tama. Lombok Post yang kemarin menyambangi kantor Dasa Tama di Jalan Airlangga, mendapat informasi bahwa saat ini telah ada di Tanah Suci 33 jamaah umrah Dasa Tama asal NTB yang berangkat dengan Qatar Airways. Untuk kepulangan, mereka masih menunggu kepastian. Mengingat, sudah tidak mungkin bisa kembali dengan maskapai penerbangan Qatar Airways kembali.

Dasa Tama setidaknya memberangkatkan jamaah umrah hingga 33 orang tiap bulan. Sehingga, dalam tujuh bulan musim umrah, biro perjalanan ini setidaknya memberangkatkan 231 jamaah.

Dijelaskan, 33 jamaah ini menggunakan paket awal ramadan dan full ramadan. Kedua paket ini berangkat pada tanggal 23 Mei lalu. Kalau yang awal Ramadan sesuai jadwal, mestinya akan pulang pada 8 Juni ini. Sementara yang paket full Ramadan baru akan kembali ke tanah air pada 26 Juni mendatang.

 

Hindari Qatar Airways

 

Sementara itu, menanggapi tidak boleh beroperasinya Qatar Airways ke Arab Saudi direspon cepat Kantor Wilayah Kementerian Agama. Kanwil Kemenag memastikan akan ada dampak nyata bagi bisnis umrah di NTB terutama yang biasanya menggunakan maskapai yang terkenal berbiaya murah tersebut.

Kepala Kantor Kanwil Kemenag NTB H Nasaruddin kepada Lombok Post kemarin mengatakan, tiket penerbangan pulang pergi adalah salah satu yang harus dipastikan jamaah selain kepastian hotel tempat menginap. a�?Kalau salah satunya belum pasti, jangan berangkat,a�? imbuhnya.

Dengan situasi yang sedang tidak menentu saat ini, ia mengingatkan seluruh biro perjalanan umrah di NTB untuk tidak menggunakan maskapai Qatar Airways dulu. Setidaknya sampai situasi kembali membaik. Dengan begitu, tidak merugikan jamaah calon umrah.

Kanwil Kemenag sendiri kata dia, tetap melakukan pengawasan terkait keberangkatan jamaah umrah ini. Hal ini dilakukan melalui pemberian rekomendasi umrah.

Antusiasme masyarakat NTB untuk menjalankan ibadah umrah kata Nasaruddin sangat tinggi. Saat ini, setiap hari, rekomendasi untuk jamaah umrah terus diterbitkan. Hal ini ditengara lantaran daftar tunggu haji NTB saat ini mencapai 28 tahun. Sehingga, jamaah memilih jalur umrah.

 

Ada Jalan Keluar

Sementara itu, dari Jakarta dilaporkan, potensi gangguan penerbangan jamaah umrah sementara bisa ditangani. Pihak Qatar Airways bertanggung jawab dengan mengalihkan ke maskapai lainnya.

Wakil Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus (Himpuh) Muharom Ahmad mengatakan larangan penerbangan Qatar Airways masuk Saudi berlaku efektif mulai Senin (5/6). a��a��Alhamdulillah kondisi di lapangan bisa tertangani dengan baik. Kecemasan ada jamaah terlantar tidak terjadi,a��a�� katanya di Jakarta kemarin.

Muharom menjelaskan sejak pelarangan sampai kemarin sore ada tiga penerbangan Qatar Airways rute Jakartaa��Saudi. Dari ketiga penerbangan itu, Muharom memperkirakan jumlah jamaah umrah mencapai 150 orang. Dia menuturkan pihak Qatar Airways cukup bertanggung jawab dengan mengalihkan penumpang umrah ke maskapai lain yang setara.

a��a��Yang saya pantau ada yang dipindah ke Garuda,a��a�� jelasnya. Termasuk jamaah haji yang pulang dari Jedah atau Madinah menuju tanah air, juga dipindah ke maskapai lain. Semula mereka bakal pulang ke Indonesia menggunakan Qatar Airways. Seluruh proses pemindahan penumpang ini ditangani penuh oleh Qatar Airways. Jamaah maupun pengelola travel umrah tidak dibuat repot.

Sementara untuk keberangkatan umrah hari ini (7/6) dan selanjutnya, Muharom mengatakan Qatar Airways memberikan beberapa opsi. Yaitu dengan dilaihkan ke maskapai lain atau pengembalian uang (refund). Muharom menjelaskan Qatar Airways menjanjikan proses pengembalian uang secepatnya.

Muharom mengatakan hampir seluruh travel umrah memilih mekanisme pengembalian uang. a��a��Lebih baik kita pesan sendiri ke maskapai lainnya,a��a�� tuturnya. Dia menjelaskan pengelola travel tidak ingin mengambil resiko mengandalkan upaya dari Qatar Airways.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan terus memantau perkembangan hubungan diplomatik antara Arab Saudi dengan Qatar. Dia menjelaskan Kemenag belum bisa mengambil sikap khusus terkait memanaskan hubungan kedua negara. Dia berharap urusan luar negeri kedua negara tidak sampai mempengaruhi ibadah umrah maupun haji khusus.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan jamaah umroh yang terdampak Qatar Airways tetap bisa terlayani. Dia sudah menugasi dirjen Perhubungan Udara untuk berkoordinasi dengan Kemlu. ”Kemlu menyatakan satu yang harus diselesaikan adalah urusan jamaah umroh, baik yang ada di Jakarta maupun di Saudi,” ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan kemarin.

Solusi sudah diapatkan, yakni dengan mengalihkan penerbangan yang sebelumnya menggunakan Qatar Airways. ”Kemarin dipindahkan ke Saudi (Airlines), yang hari ini dipindahkan ke Garuda,” lanjut mantan Dirut PT Angkasa Pura II itu. Begitu pula penerbangan jamaah umroh dari Saudi yang sebelumnya menggunakan Qatar Airways, sudah disepakati untuk dipindahkan ke Garuda, Saudi Arabian, dan Turkey Airlines.

Disinggung mengenai kemungkinan jamaah dibebani biaya tambahan atas pemindahan itu, Budi Karya menjamin tidak ada penambahan apapun. ”Nggak ada (penambahan biaya). Qatar konsisten (bertanggungjawab),” tambahnya.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso menambahkan, untuk pemindahan Senin (5/6), ada 20 jamaah penumpang Qatar Airways yang dialihkan ke maskapai Saudi Airlines.

Selanjutnya, pada Selasa (6/6) tercatat sebanyak 45 jamaah yang dialihkan ke penerbangan Garuda Indonesia. (nur/ili/JPG/r8)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost