Lombok Post
Praya

Terdakwa Penggelapan Adukan Ulah Oknum Jaksa Kejari Praya

MENUNJUKKAN BUKTI: Terdakwa Sutahar (kiri), saat menunjukkan bukti uang yang mau diserahkan ke oknum jaksa di Lombok Tengah, kemarin (6/6). dedi/Lombok Post

PRAYA-Dua terdakwa kasus penadahan mobil milik Sutahar dan Dalmadi yang sedang diadili di Pengadilan Negeri Praya Lombok tengah (Loteng) mengadukan ulah oknum jaksa Kejari setempat. Anggota Polres Loteng ini mengaku dimintai . Konon oleh oknum jaksa mereka dijanjikan akan mendapat hukuman penjara 3-4 bulan saja. A�Syaratnya menyerahkan sejumlah uang tunai.

A�a�?Pertama, A�jaksa itu meminta Rp 30 juta,a�? beber Sutahar, kemarin (6/6) di rumah tahanan (rutan) Praya.

A�A�A�A�A�A�A� Namun, pihaknya mengaku tidak bisa menyanggupinya. Karena, jumlah yang terlalu besar. Alhasil, dalam perjalanan persidangan, oknum bersangkutan menurunkan besaran uang yang dimaksud, menjadi Rp 20 juta.

a�?Itu satu paket untuk kami berdua. Biar kami dituntut dan divonis penjara 3 atau 4 bulan saja,a�? kata pria asal Desa Pelambik, Praya Barat Daya tersebut.

A�A�A�A�A�A�A� Pada sidang putusan Selasa, kemarin, pihaknya pun membawa uang sebesar Rp 12 juta. Sebelum sidang, ia hendak melakukan transaksi dengan dua oknum jaksa. Namun, oknum bersangkutan enggan menerima uang sebesar itu. Kecuali, Rp 20 juta saja.

A�A�A�A�A�A�A� a�?Karena mereka menolak, maka kami biarkan saja. Hasilnya, kami pun diputus hukuman penjara selama dua tahun,a�? ujarnya sembari menunjukkan bukti uang sebesar Rp 12 juta, yang diantar pihak keluarga di rutan.

A�A�A�A�A�A�A� Atas kejadian itu pun, pihaknya mendorong tim Satgas Saber Pungli segera bergerak. Karena, diduga kasus semacam itu seringkali terjadi. Korbannya, rata-rata mereka yang sudah menjadi terdakwa. a�?Kok seperti ini hukum kita di Loteng,a�? cetus Dalmadi.

A�A�A�A�A�A�A� Sementara itu, Kepala Kejari Praya Feri Mupahir menyayangkan dugaan pungli yang dimaksud. Seharusnya, bersangkutan tidak cepat percaya dengan bujukan dan rayuan siapa pun itu. Karena, urusan vonis atau putusan persidangan, menjadi tanggungjawab pengadilan. Bukan jaksa. a�?Bodoh sekali kalau terjebak dengan masalah seperti ini,a�? sindirnya.

A�A�A�A�A�A�A� Kendati demikian, pihaknya menegaskan, jika benar ada oknum jaksa yang meminta-minta uang, untuk meringankan tuntutan atau vonis, maka tidak ada kata maaf. Sanksi tegas siap menunggu. a�?Apalagi, kami masuk dalam tim Satgas Saber Pungli. Ini tidak bisa dimaafkan,a�? tegas Feri.(dss/r2)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost