Lombok Post
Giri Menang

Ada Supermarket di Lombok City Center Jual Minol

CEK BARANG: Petugas dari Disperindag Lobar bersama BBPOM memeriksa satu persatu produk makanan di salah satu supermarket di pusat perbelanjaan di LCC, kemarin (7/6). Dalam sidak tersebut petugas menemukan kemasan kaleng penyok dan minuman beralkohol. ZAINUDDIN/LOMBOK POST

GIRI MENANG-Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Lombok Barat bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, melakukan insfeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah toko retail modern di pusat perbelanjaan Lombok City Center, kemarin (76).

Sidak itu dilakukan untuk mengetahui kepatuhan toko retail modern terhadap ketentuan dari Menteri Perdagangan agar menyiapkan produk yang baik untuk konsumen. Hasilnya, tim menemukan ada supermarket menjual minumal beralkohol (Minol). Minol jenis Bir Golongan A itu dijual di supermarket Hypermart.

Selain itu, dalam sidak kemarin tim juga mendapati makanan kaleng dengan kondisi penyok dan beberapa produk olahan mendekati masa kadaluarsa. Produk yang mendekati masa kadaluarsa ini dijual dengan diskon setengah harga.

Baca Juga : [su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”8″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”86″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Jika mengacu pada Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pengawasan Pengendalian dan Penjualan minuman beralkohol, baik golongan A, B, dan C tidak diperbolehkan dijual di minimarket maupaun supermarket. Hanya pihak supermarket membuktikan jikaA� produk minol yang ditemukan di gerainya sudah mengantongi izin. Yakni surat keterangan pengecer dari Kementerian Perdagangan.

Store Manager Hypermart LCC Purnama Nugraha menjelaskan, untuk makanan kedaluwarsa pihaknya rutin melakukan sweeping. Dan bahkan sudah menarik beberapa makanan yang memang sudah memasuki kadaluarsa. “Ini kan belum expired,a�? katanya.

Pastinya tidak mungkin pihaknya akan menjual makanan sudah kedaluwarsa. Namun karena memang masih berlaku dan masih aman dikonsumsi, akhirnya tetap menjual dan memberikan diskon 50 persen. Itu dilakukan sebagai strategi menarik minat konsumen membeli produk tersebut.

a�?Jadi memang untuk LCC cukup sulit karena pengunjung di sini kurang,a�? keluhnya.

Sementara Kasi Pengawasan Disperindag Lobar Toni Hidayat mengatakan untuk saat ini pihaknya masih memberikan teguran kepada pengelola untuk segera memperbaiki.

Terkait dengan minol, pihaknya meminta pihak Hypermart membuat tembusan kepada Pemda Lobar. Tembusan itu nantinya akan diteruskan kebagian perizinan. Apakah nanti akan tetap dilegalkan atau memberikan tindakan lain.

Sedangkan untuk produk makanan dengan kondisi kaleng penyok, kata Toni Hidayat, tetap tidak boleh dijual. Sebab makanan kaleng yang basah apalagi sampai kalengnya penyok, kemasannya pecah sehingga dikhawatirkan mengandung racun. “Kalau rusak (kaleng) akan menjadi racun nanti,a�? jelasnya. (zen/r5)

 

Berita Lainnya

Dengan Kartu Nikah Administrasi Lebih Mudah, Benarkah?

Redaksi LombokPost

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost