Lombok Post
Headline Metropolis

Ceramah di Masjid Istiqlal Jakarta, Ini Pesan TGB Kepada Umat Islam

Ceramah : Gubernur NTB Dr HM Zainul Majdi memberi siraman rohani kepada ribuan jamaah Salat Tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (8/6/2017) malam. (Foto ; Humas Pemprov NTB)

JAKARTA–Gubernur NTB Dr. HM. Zainul Majdi didaulat memberi siraman rohani kepada ribuan jamaah yang menghadiri Shalat Terawih di Masjid Istiqlal Jakarta, KamisA�(8/6) lalu. Di masjid terbesar di Indonesia itu,A� Gubernur NTB menegaskan beberapa poin penting yang harus ditauladaniA� umat Islam dari Nabi Muhammad SAW.

“Kita harus bisa memanfaatkan ketaqwaan agar bisa menjadi bekal untuk bahagia dunia dan akhirat. Karena sebaik-baik bekal adalah taqwa kepada Allah”, jelas gubernur sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemprov NTB, Jumat (9/6).

Baca Juga

[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”1520″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

TGB menganalogikan taqwa dalam diri manusia dengan pohon dan tumbuh-tumbuhan. Dimana, untuk dapat menghasilkan buah yang manis dan lezat diperlukan tanah yang baik. Buah yang manis dan lezat itu adalah taqwa. Sedangkan tanah yang subur adalah hati seorang manusia yang dipenuhi keimanan.A� Karena ituah hati manusia telah dipenuhi oleh iman oleh Allah dan harus dirawat.

“Mari pupuki iman itu dengan senantiasa bersyukur dan bersabar, apapun yang kita hadapi. Jangan terlalu senang atas nikmat dan jangan pula terlalu susah atas sesuatu yang menimpa kita”, sambung alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir ini.

Selain soal ketaqwaan Gubernur juga mengingatkan tentang jangan berlebihan memuji dir sendiri dan orang lain.

“Allah mengingatkan dalam Al Qur’an bahwa janganlah kalian memuji-muji diri kalian, apalagi mengaku orang yang lebih baik dan bertaqwa dari orang lain. Dan juga jangan berlebihan memuji orang lain”, ungkap gubernur.

Dalam kasus ini Gubernur mencontohkan dengan sebuah perumpamaan bahwa jika seseorangA� terlalu banyak memuji orang lain, maka sesungguhnya kita telah memotong lehernya. Ini artinya Allah mengajarkan kita untuk mengapresiasi semua mahluk, dengan meletakkan segala sesuatu pada proporsinya.

“Sedangkan sesuatu yang bukan merupakan bagian dari diri kita dan tidak kita ketahui hakekatnya, jangan coba-coba untuk masuk di dalamnya”, jelas gubernur.(r2/humasprovntb)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost