Lombok Post
Headline Metropolis

DPRD NTB Ingatkan PT AMNT Tak Pangkas Karyawan

H MNS Kasdiono (dok)

MATARAM-Rencana PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) untuk mengurangi jumlah karyawan disayangkan banyak pihak. Tidak terkecuali para wakil rakyat. Perusahaan tambang terbesar di NTB itu diminta tidak main pangkas pekerja, termasuk meski dengan membungkusnya dengan embel-embel pensiun dini.

Sekretaris Komisi V DPRD NTB HM Nursaid Kasdiono kemarin (8/6) mengatakan, pengurangan jumlah karyawan mungkin merupakan strategi dari perusahaan dalam rangka pengembangan usaha. Hanya saja, perusahaan juga harus memikirkan agar kebijakan itu dilakukan dengan baik, tidak berdampak luas yang dapat menimbulkan pengangguran besar-besaran.

Jika pengurangan itu tetap dilakukan, perusahaan harus mengikuti regulasi yang ada sehingga tidak menimbulkan gejolak, serta hak-hak para pekerja tidak terbaikan. Karena itu, Pemprov melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) juga diharapkan turun tangan, mereka harus berperan untuk mencarikan solusi.

Misalnya dengan melakukan mediasi sehingga melahirkan kesepakatan antara perusahaan dan karyawan dalam pemutusan hubungan kerja. a�?Semua ada aturan main yang harus diikuti,a�? kata politisi Partai Demokrat ini.

Ia berharap, perusahaan juga tidak melakukan pemangkasan jelang hari raya Idul Fitri. Karena saat itu para pekerja sedang membutuhkan banyak uang untuk bisa merayakan Lebaran. a�?Kalau bisa janganlan saat Lebaran ini,a�? harap dia.

Sebelumnya, General Supervisor Komunikasi PT AMNT Ruslan Ahmad menjelaskan, PT AMNT tetap pada komitmen awal untuk melaksankaan operasi tambang secara efektif, efisien dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Karena itu efisiensi perlu dilaksanakan dalam berbagai aspek, termasuk di bidang tenaga kerja. Program efisiensi terkait tenaga kerja ditawarkan secara sukarela kepada semua karyawan AMNT, tanpa ada paksaan.

Ruslan menyebutkan, jumlah pekerja di PT AMNT saat ini sebanyak 3.500 orang pekerja. Program pensiun dini dan pengunduran diri suka rela itu dilakukan seiring selesainya fase 6 dan dalam tahap awal fase 7, maka upaya efisiensi serta penghematan pada semua aspek operasi termasuk ketenagakerjaan harus dilakukan efisiensi.

a�?Untuk jaminan operasi yang efektif dalam jangka panjang,a�? katanya.

Menurutnya perusahaan yakin bahwa efisiensi di selaga bidang operasi dan pengembangan fasilitas smelter, serta sarana pendukung akan tepat pada waktunya, sehingga diharapkan akan membuka kesempatan kerja lebih luas nantinya. (ili/r8)

 

 

 

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost