Lombok Post
Bima - Dompu

Rekonstruksi Pascabanjir Bima, Bank Dunia Gelontorkan Rp 25 Miliar

SAMBUTAN: Wali Kota Bima HM Qurais H Abidin memberikan sambutan pada acara pembukaan penyusunan program di aula kantor wali kota, kemarin. Niko/Radar Tambora

KOTA BIMA– Bank Dunia menggelontorkan anggaran Rp 25 miliar untuk membantu membenahi Kota Bima yang dihantam banjir akhir tahun lalu. Bantuan itu disalurkan melalui program Neighborhood Upgrading and Shelter Project Phase 2 (NUSP-2) dan National Slum Up-grading Program (NSUP).

Program yang diterapkan dalam bentuk kota tanpa kumuh (Kotaku) ini tidak sama seperti program pemerintah pada umumnya. Anggaran yang turun sudah disertai dokumen dan rencana pengerjaannya. Program ini lebih pada pemberdayaan warga dalam membangun. Sehingga perencanaan dan pengerjaanya dilakukan warga.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”1378″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Program ini bisa dikatakan dari warga untuk warga,a�? ujar Kepala Satuan Kerja Pembangunan infrastruktur Permukiman Kota Bima Agus Salim pada Radar Tambora (Lombok Post Group), Kamis (8/6).

Dijelaskannya, program tersebut berupa pemberian bantuan anggaran untuk membangun di 32 kelurahan. Tapi sebelum dibangun Badan Keswadayan Masyarakat (BKM) terlebih dahulu menyusun program.

Program ini nantinya akan disusun bersama warga. Program yang disusun harus mengacu pada pengurangan risiko banjir.

Disamping itu, program ini juga untuk mengajak warga menuntaskan kekumuhan lingkungan masing-masing. Dengan cara secara swadaya membangun fasilitas yang dibutuhkan dalam pengentasan masalah kekumuhan itu.

a�?Jadi nanti mereka sendiri yang akan mengerjakan program. Kami hanya mengawasi saja,a�? katanya.

Program yang telah disusun ini nanti akan dibahas di Hotel Mutmainah Bima bersama beberapa narasumber. Proses A�penyusunan ini sangat penting. Di tahapan ini akan ditentukan besaran anggaran pelaksanaan program. Bagi mereka yang tidak memiliki dokumen lengkap dan perencanaan yang baik sudah pasti anggaran yang didapat tidak banyak.

a�?Mereka juga yang akan tentukan besaran anggaran. Yang jelas uang untuk pengerjaan ini tidak melalui kami tapi dari KPPN lansung ke rekening BKM,a�? tegasnya.

Perwakilan Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian PUPR Rizki menambahkan, dalam pelaksanaan program ini pemerintah daerah merupakan nahkoda. Sehingga pengawasan pelaksaan program tanggung jawab pemerintah daerah.

a�?Yang merencanakan warga, yang mengawasi pemerintah,a�? tegasnya.

Perwakilan Bank Dunia Sri Bowo mengaku sangat bangga bisa membantu Pemerintah Kota Bima. Banyak tantangan yang dihadapi karena Kota Bima habis diterjang banjir.

a�?Kami berharap melalui program ini Kota Bima bisa jauh lebih baik lagi. Untuk itu kami berharap Pemerintah Kota Bima sebagai nahkoda bisa memastikan bantuan tepat sasaran,a�? tagasnya.

Wali Kota Bima HM Qurais H Abidin menegaskan akan mengawasi pelaksanaan program ini. Sehingga kedepan bantuan yang sama bisa masuk ke Kota Bima .

a�?Nanti saya minta data-data kelurahan mana saja yang kerjanya bagus dan tidak. Biar saya bisa mengambil tindakan,a�? katanya.(nk/r4)

 

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara