Lombok Post
Headline Kriminal

Jejak Perampok di Pesisir Selatan Lombok

PELAKU RAMPOK: Empat orang pelaku perampokan yang berhasil ditangkap tim gabungan. Kini mereka ditahanan di sel tahanan Polres Lombok Timur untuk mempertanggung jawabkan perbutannya. (DIDIT/LOMBOK POST)

Kasus perampokan sadis di Dusun Telone, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim) menggegerkan warga. Kasus ini kembali menguak bagaimana jejak kawanan perampok sadis di pesisir Selatan Lombok.

***

a�?Saya sudah perintahkan anggota untuk tetap kejar sampai kapanpun,a�? kata Kapolda NTB Brigjen Pol Firli.

Pernyataan A�Kapolda dilontarkan usai ia bertemu dengan empat A�dari 13 orang pelaku, yang berhasil ditangkap polisi. Empat orang itu, masing-masing dengan inisial AS, 37 tahun; ASD, 35 tahun; GA, 30 tahun; dan AE, 35 tahun, telah berada di Polres Lotim untuk diperiksa lebih lanjut.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”2197″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Kapolda pantas terlihat geram dengan aksi curas yang dilakukan kawanan rampok ini. Bagaimana tidak, aksi mereka menyebabkan Amaq Jon tewas. Membuat Wati, istrinya menjadi janda, dan dua orang anaknya, Lalu Jontra Polta, 13 tahun dan Baiq Putri Purnama Sari, 10 tahun, menjadi yatim.

a�?Satu orang yang menjadi tulang punggung keluar harus menemui ajal di tangan perampok,a�? kata dia.

Tak lama setelah aksi perampokan itu, Kapolda membentuk tim. Tak main-main, tim yang dibentuk merupakan gabungan anggota reserse terbaik milik Polda NTB dan polres jajarannya. Mereka yang masuk dalam tim, beberapa di antaranya pernah menjadi Kasatreskrim di Polres Lotim dan Lombok Tengah.

Kapolda memang tidak main-main dalam memburu pelaku perampokan itu. Terlebih kasus ini telah menjadi atensinya karena dinilai sebagai kejahatan kemanusiaan. Mengakibatkan hilangnya satu nyawa, yang menjadi tulang punggung keluarga.

a�?Anggota-anggota yang pernah berkecimpung di serse, kita rekrut dan perintahkan untuk mengejar pelaku,a�? terang mantan Wakapolda Jateng ini.

Dari empat pelaku yang sudah tertangkap, polisi memperoleh informasi terkait motif dan cara mereka. Firli mengatakan, aksi13 orang tersebut murni ingin melakukan pencurian. Bukan karena ada dendam atau hal lainnya.

Kata Kapolda, kebutuhan pokok cenderung meningkat ketika mendekati lebaran. Di sisi lain, lapangan pekerjaan tidak cukup menjanjikan untuk mengatasi naiknya kebutuhan hidup itu. Sehingga banyak orang yang akhirnya memilih jalan pintas, mengambil sesuatu yang bukan haknya.

a�?Ini murni curas, karena bisa jadi ada perlawanan dari korban, sehingga empat orang itu membalas dengan menggunakan golok,a�? ungkap Firli.

Dari empat orang yang berhasil ditangkap, satu orang di antaranya merupakan pelaku utama, yakni AE. Dia juga merupakan salah satu perampok yang ikut membacok korban.

Ke-13 orang ini, merupakan jaringan perampok antar kabupaten. Mereka kerap beraksi di wilayah Lombok Timur dan Lombok Tengah.

Selain itu, aksi perampokan uang hasil penjualan jagung Amaq Jon, rupanya telah direncanakan jauh-jauh hari. Dua hari sebelum beraksi, para perampok ini berkumpul di rumah salah satu pelaku dengan inisial C, di Lombok Tengah (Loteng). Di sini mereka menyusun strategi perampokan.

Selanjutnya, pada Selasa (30/5) atau satu hari sebelum perampokan, mereka kembali bertemu di rumah AE, di Kecamatan Jerowaru, Lotim. Guna mematangkan aksi perampokan mereka.

a�?Sudah direncanakan oleh mereka. Memakai perahu, berangkat dari Pantai Bumbang, Loteng, dan turun di Tanjung Ringgit, Lotim,a�? terang Kapolda.

Dia mengatakan, kepolisian ingin secepatnya mengungkap kasus ini. Selain itu, upaya pengamanan wilayah selatan Lotim oleh tim Polair dan Brimob Polda NTB, diharapkan bisa memulihkan rasa aman di Lotim.

a�?Seluruh kekuatan kita kerahkan,a�? katanya.

Untuk sementara ini, kepolisian memang berhasil menangkap empat orang pelaku. Namun masih ada 9 orang pelaku lainnya, yang bebas berkeliaran. Terhadap mereka, Kapolda berkali-kali menegaskan untuk menyerahkan diri. Keluar dari tempat persembunyian dan datang ke kantor polisi terdekat.

a�?Kalau kejahatan menghilangkan jiwa orang lain, saya anggap kejahatan kemanusiaan,a�? ujar dia.

a�?Jadi kita harus sidik (penyidikan, Red) tuntas dengan cara tangkap pelaku dan ajukan ke pengadilan,a�? tegas Kapolda.

Disinggung soal perintah tembak untuk pelaku, Kapolda menanggapinya dengan santai. Menurut dia, anggota Polri diberikan kewenangan sesuai dengan tataran dan kewajibannya yang melindungi dan mengayomi.

a�?Boleh melakukan melakukan tindakan keras, sampai menggunakan senjata api, selama itu sesuai dengan prosedur,a�? jelas Firli.

Sebelumnya, polisi berhasil menangkap terduga pelaku pertama dengan inisial GA, pada Minggu (4/6). Dia ditangkap di Desa Pengengat, Lombok Tengah bersama barang bukti satu senjata tajam, satu senter, dan baju yang dikenakan saat merampok.

Setelah GA, tim gabungan kemudian meringkus terduga pelaku lainnya, dengan inisial AE. Pria 35 tahun ini ditangkap pada Rabu (7/6) di kediamannya wilayah Embung Kao, Kecamatan Jerowaru, Lotim.

Selanjutnya, menyusul dua terduga rampok yang ditangkap yakni dengan inisial AS, 37 tahun dan ASD, 35 tahun. Kedua orang ini ditangkap polisi di dua lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Gianyar, Bali.

AS merupakan pelaku ketiga yang berhasil ditangkap. Dia ditangkap di Desa Tegalalang, Gianyar. Pelarian pelaku terendus polisi setelah petugas melakukan pengembangan terhadap penangkapan GA dan AE.

Setelah ditangkap AS buka suara. Dia memberitahu keberadaan rekannya yang lain, yakni ASD. Kepada polisi, AS memberitahu posisi ASD yang berada di Desa Tampaksiring, Gianyar. Informasi itu ditindaklanjuti polisi dengan menangkap yang bersangkutan, sekitar pukul 02.00 Wita, Kamis (8/6).(wahidi akbar sirinawa/r2)

 

Berita Lainnya

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost