Lombok Post
Selong

Enam Bulan Belum Digaji, Guru Honorer Sebut Pemprov NTB Zalim

BELUM TERIMA HAK: Salah seorang guru honorer daerah SMAN 3 Selong Lotim saat mengajar belum lama ini. TONI/LOMBOK POST

SELONG-Nasib para guru honorer SMA sederajat yang mendapat SK Bupati Lombok Timur (Lotim) kian tak jelas. Honor selama enam bulan mengajar sejak awal tahun 2017 belum juga terbayarkan. Tak pernah mereka sangka, pengambilan alih oleh pemerintah Provinsi NTB dari Kabupaten Kota menjadi petaka yang membuat menderita.

a�?Kalau saya bilang pemerintah itu (Pemprov, Red) zalim kepada guru honor. Gaji enam bulan tak dibayar mereka terus beralasan,a�? ujar Badrin, Guru SMKN 1 Selong.

Badrin mengaku sudah tak kuasa lagi menahan kekecewaannya pada pemerintah Provinsi dalam hal ini Dinas Dikbud Provinsi NTB. Lantaran, pemerintah seolah mengabaikan nasib para guru honorer yang telah berjuang untuk menididik dan mencerdaskan anak bangsa. Dinas Dikbud Provinsi NTB dinilai abai dan lalai sehingga hingga detik ini, gaji yang selama ini mereka terima sejak ditangani Pemkab Lotim tak jelas kabarnya.

Baca Juga :[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”1899″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

a�?Sebagai manusia terus terang kami iri ketika melihat guru PNS dapat gaji ke-13 dan THR. Padahal kalau ditanya masalah kinerja, kami para guru honor tak kalah dari mereka,a�? ungkapnya.

Hanya saja, menurutnya pemerintah seolah menutup mata. Mereka lebih memilih mencari alasan daripada mencari jalan keluar untuk menyelesaikan tanggung jawab mereka memberikan para guru honorer haknya. Padahal, para guru honorer dikatakan Badrin punya tanggung jawab besar menafkahi keluarga dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi ketika bulan Ramadan dan jelang lebaran nanti. a�?Kami nangis dalam hati menahan kekecewaan,a�? ujarnya.

Sayangnya, beberapa kali meminta penjelasan terkait gaji yang belum dibayar, Badrin mendapati hanya sekadar alasan klise yang didapatkan. a�?Kalau mau sebenarnya kan bisa minta datanya di Kabupaten Kota. Kalau Pemkab bisa, kenapa mereka tidak dan berbelit-belit seperti ini?a�? tanyanya.

Sementara Kepala UPT Layanan Dikmen PKPLK Lotim, Saiful Islam kini berasalan belum terbayarnya honor para guru akibat data yang tidak valid. Dari data lapor bulan yang diterima guru non PNS itu ada 893. Khusus guru yang dapat SK Bupati itu ada 93. Sisanya merupakan guru yang di SK-kan kepala sekolah. Data inilah yang dinilai masih belum valid karena terus berubah-ubah.

a�?Ini yang membuat gaji mereka belum bisa terbayar karena datanya masih belum valid,a�? kelitnya.

Jumlah guru honorer yang mendapatkan SK Bupati di Lotim awalnya diperkirakan sekitar 35 orang. Tidak jauh berbeda dengan data yang diungkapkan Bupati Lotim. Namun data ini terus berkembang sehingga Dinas Dikbud Provinsi NTB kesulitan membuatkan para guru honor ini SK Gubernur. Ini yang kemudian membuat para guru honor belum bisa menerima gaji yang seharusnya meski anggaran telah disiapkan.

Saiful mengungkapkan amburadulnya data ini bisa terjadi karena dalam laporan jumlah guru, banyak data yang ganda. Dimana guru yang mengajar di satu sekolah tercatat juga di sekolah lainnya. Begitu juga dengan data guru PNS di Lotim.

a�?Contoh si Ahmad ngajar di SMAN 1 Selong. Karena kurang jam dia ngajar di SMA 2 dan SMA 3. Sehingga dalam lapor bulan itu ada tiga nama,a�? jelasnya.

Untuk menyelesaiakan persoalan ini Saiful A�bmengaku akan berkoordinasi dengan petugas TU dan kepala sekolah. Ia akan membuat format untuk yang akan diturunkan ke setiap sekolah untuk mendata guru PNS, honorer SK Bupati hingga honorer yang diangkat Kepala Sekolah. (ton/r2)

Berita Lainnya

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost