Lombok Post
Headline Metropolis

Hujan Sebentar, Kota Mataram Kebanjiran

Banjir : Seorang kakek berupaya menembusgenangan banjir di Lingkungan Kekalik Barat, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, kemarin (12/6) petang. (Ivan/Lombok Post)

MATARAM-Hujan lebat yang mengguyur wilayah Pulau Lombok sejak pukul 13.30 Wita kemarin (12/6), mendatangkan petaka. Banjir mengepung sejumlah perkampungan padat penduduk. Antara lain di Mataram, Lombok Barat dan Lombok Tengah.

 

Di Mataram, banjir menerjang Kelurahan Kekalik, Kelurahan Mapak, dan Kelurahan Sekarbela. Khusus di Kekalik saja, sedikitnya 300 Kepala Keluarga di sana rumahnya terendam. Gang-gang sempit di pemukiman padat penduduk itu tak bisa dilalui. Mereka yang hendak ke sana harus berjalan pelan-pelan. Sementara sepeda motor, sama sekali tak bisa lewat. Pantauan Lombok Post, air di sejumlah gang di Kekalik, masih setinggi pinggang orang dewasa.

 

Diguyur hujan selama empat jam, banjir mulai menerjang menjelang petang. Warga yang sedang bersiap menunggu azan magrib untuk berbuka puasa pun kelabakan. Banyak di antara mereka memilih meninggalkan menu berbuka puasa, untuk menyelamatkan harta benda mereka terlebih dahulu.

Hingga tadi malam pukul 20.00 Wita, sejumlah tempat di Kota Mataram bahkan masih terendam. Banyak warga yang tak bisa menunaikan ibadah Salat Tarawih. Sementara sebagian lain memilih mengungsi ke rumah tetangga dan kerabat yang masih aman dari terjangan banjir

.

a�?Kalau total jumlah warga yang terdampak, itu mencapai ribuan,a�? kata Lurah Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Fathurrahman tadi malam kepada Lombok Post.

Baca Juga

[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”1355″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Dedy Supriady secara terpisah mengatakan, pihaknya menyiagakan satu regu tim yang beranggotakan 20 personel semenjak laporan banjir datang kali pertama. Di Kekalik Jaya, saat air meninggi hingga lebih dari satu meter, pihaknya mengungsikan sejumlah lansia ke masjid-masjid terdekat. “Yang di bantaran sungai terutama,” ujarnya.

 

Banjir di Kekalik disebabkan meluapnya aliran sungai Ancar, salah satu sungai besar yang membelah Kota Mataram. Debit air meninggi semenjak sore dan sejak itu mengundang kecemasan warga.

 

Warga yang rumahnya di bantaran sungai, kata Dedy langsung diungsikan sementara untuk mencegah hal yang tak diinginkan. Bahkan jalan di kawasan tersebut sempat ditutup total. “Kkita blokade dulu,” tuturnya.

 

Banjir di Kekalik ini adalah kali kedua, setelah awal 2017 juga dilanda banjir yang serupa. Bahkan saat itu, banjir menerjang rumah dinas Wakil Gubernur NTB di Jalan Panjitilaar.

Karena itu, kritik datang dari Anggota DPRD Kota Mataram Syamsil Bahri. Bagi dia, terjadinya banjir, bahkan saat warga hendak berbuka puasa, mengindikasikan pemerintah kota tak serius menata lokasi tersebut. Pemerintah rupanya sama sekali tak belajar dari banjir sebelumnya. Penegakan tata ruang, kata Syamsil adalah kunci pengendalian banjir di kawasan tersebut. Politisi Partai Nasdem ini juga meminta pemerintah provinsi bisa membantu. (yuk/zen/kus/van/r8)

 

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost