Lombok Post
Headline Metropolis

Penataan Kota Tua Ampenan Butuh Waktu Tiga Tahun

RAMAI: Sejumlah masyarakat menikmati senjadi di eks Pelabuhan Ampenan, kemarin. Ivan/Lombok Post

MATARAMa��Kawasan yang memiliki potensi wisata di Kota Mataram terus digenjot dan ditata. Salah satunya kawasan kota tua Ampenan, termasuk di dalamnya kawasan pesisir pantai.

Sebenarnya, sejak kota tua Ampenan masuk dalam daftar kota pusaka dunia sejak tahun lalu, perhatian pemerintah pusat mulai mengarah ke kawasan ini. Namun, tentu tidak hanya cukup dengan menunggu dan mengandalkan intervensi pengembangan dari pemerintah pusat. Pemerintah Kota Mataram punya peranan paling besar untuk mengembangkan wilayah tersebut.

a�?Kita sebenarnya sudah punya blue printnya,a�? kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Baca Juga

[su_posts template=”templates/list-loop.php” taxonomy=”post_tag” tax_term=”1419″ tax_operator=”0″ order=”desc”]

Blue print inilah yang akan menjadi rujukan untuk membangun kawasan ini. Namun karena membutuhkan anggaran yang besar, dikatakan Mohan, tentu tidak bisa serta merta langsung dibangun, tetapi harus bertahap.

a�?Kalau setiap tahun bisa dianggarkan dua kali (melalui APBD murni dan perubahan), baru bisa tuntas sampai 3 tahun,a�? terangnya.

Pembangunan kota tua Ampenan, disebutkan penganggaranya sudah dimulai pada tahun ini. Terbukti sudah ada sejumlah sentuhan pembangunan dilakukan. Mulai dari revitalisasi keamanan kawasan dan taman di wilayah pantai kota tua.

a�?Soal angka saya tidak terlalu hafal,a�? ujarnya.

Mohan sangat yakin, dalam waktu tiga tahun wajah kota tua secara keseluruhan bisa berubah. Perubahan ini sekaligus diharapkan menjadi daya tarik bagi para investor untuk ikut menanamkan modal.

a�?Soal rencana investasi kapal pesiar itu, sudah saya katakan sebelumnya ini bukan di investor atau di kami (pemerintah daerah), tetapi ini murni regulasi,a�? terangnya.

Pembangunan dermaga untuk kapal pesiar tidak boleh dilakukan investor atau pemerintah daerah. Tetapi sudah ada yang menangani yakni BUMN yakni PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

a�?Tetapi yakinlah, (soal progres) pihak ivestor saat ini tengah berusaha lobby, agar bisa diwujudkan,a�? yakinnya.

Sementara itu, Asisten I Kota Mataram Lalu Martawang menambahkan, visi pemerintah mewujudkan kota tua seperti dalam blue print sudah solid. Rencana ini, akan membuat kawasan itu semakin baik dan menarik banyak wisatawan.

a�?Pada akhirnya ini diharapkan dapat menggerakan ekonomi kawasan. Masyarakat juga harus siap dengan perubahan kawasan,a�? ujar Martawang.

Kesiapan itu, di antaranya dengan membangun mental sadar wisata. Masyarakat harus mau diatur. Sehingga kawasan bisa lebih tertata rapi dan diminati wisatawan. Baik regional atau mancanegara.

a�?Jangan sampai ada kekumuhan dan gangguan keamanan,a�? pintanya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost